Latest News

WISATA
KULINER

TIPS WISATA

KOTA MALANG

KOTA BATU

KABUPATEN MALANG

Recent Posts

Nikmati Kuliner Khas Jawa di Warung Mak Nyinyir


Wisata Malang - Salah satu café unik di Malang sesuai Namanya yang memiliki arti Ibu yang nyinyir atau mengulang perintah atau permintaan. Ya, ini sesuai dengan emak-emak yang suka sekali nyinyir sana-sini tempat ini nyaman untuk ngerumpi bersama karena dilengkapi Bean Bag Triangle yang ditata sedemikian rupa agar kita bisa duduk bersamaan dan saling mengobrol. 

Siapa sih yang tidak tahu Bean bag yang sudah sering digunakan di Café? Bean bag sendiri merupakan sofa yang membuat kita bersantai dengan leluasa di hari libur. Tentunya, saat duduk di atasnya bentuknya pun akan menyesuaikan bentuk tubuh kita. Kenyamanan ini membuat bean bag menjadi tempat duduk yang popular. Tak hanya itu, seperti Café lainnya Mak Nyinyir tak meninggalkan nuansa klasik dan mewah Café. Seperti ada ayunan besi berwarna coklat yang keren abis.


Namun, siapa sangka kalau tempat ini justru menyediakan makanan yang murah dan layaknya warung biasa. Walaupun begitu tetap tidak terabaikan kenikmatan makanan di sini, tentunya tak jauh dari kuliner nusantara. Di sini tersedia beragam sajian nasi mulai dari nasi oseng usus ayam, nasi oseng ati ampela ayam, nasi oseng ikan asin, nasi oseng cumi, nasi krengsengan cumi, nasi tongkol suwir, dan lain-lain. 

Tak hanya itu, di sini kalian juga akan menemukan sate usus, sate ati, sate kulit, sate telur, tahu, tempe, dan lain-lain dengan kisaran harga kurang dari Rp 5.000 sama halnya denagn nasi. Ya, bahkan tempat bernuansa Café yang ternyata menyajikan makanan ala warung ini harga makanannya tak lebih mahal dari warung biasa, lho! 


Adapun minuman yang disediakan antara lain air mineral, kopi jahe, teh hangat, teh susu, capucino dawet, caramel dawet, avocado dawet, chocholate dawet, dan lain-lain. Harganya tidak sampai Rp 10.000, pasti mau banget ke tempat yang mengutamakan kenyamanan pelanggan ini. Kalian bisa langsung ke Jalan Semeru No. 185, Ngantru, Dilem, Kec. Kepanjen, Malang. 


Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Nine Café and Pool Bar-Cafe Cozy di Kepanjen


Wisata Malang - Kali ini ada Nine Café and Pool Bar yang tak kalah nyaman dari Café Mak Nyinyir. Ya, Nine Café and Pool Bar tempat yang sesuai untuk bersantai denagn teman dan keluarga. Ada juga berbagai macam menu makanan ringan yang pas untuk menemani waktu bersantai. Di sini kita bisa berteduh dan makan dengan nyaman karena adanya meja payung plus kursi, lho! Pastinya menjadi momen yang cocok untuk refreshing karena bisa menikmati angin yang sejuk dan makan kuliner yang lezat.

Tempat ini memiliki konsep café seperti di Bali, yaitu memadukan antara kolam renang dan kuliner. Ya, ada kolam renang yang menyegarkan tubuh, nih, bisa untuk orang dewasa dan juga anak-anak. Tentunya, spot kolam renang yang bagus ini menambah kesan mewah di café ini. Tempatnya pun luas dan nyaman, terlebih fasilitasnya pun lengkap mulai dari musholla, tempat parkir, dan kamar mandi. Tersedia dua kamar mandi, dua kolam, dan ada penginapannya, lho! Sekadar informasi, kalian bisa berenang dengan membayar 15K.

Di sini juga menyediakan penginapan yang dibagi menjadi dua lantai, di atas membayar Rp 500.000. Jika ingin menginap atas dan bawah biayanya Rp 800.000 dan Rp 900.000. Tak lupa penataan tamannya yang cantik dan penataan indoor yang mewah dengan ayunan dan kursi rotan yang membuat kita nyaman dan betah lama-lama di sini.

Selain itu, ada makanan dan minuman yang cukup beragam dengan rasa yang lumayan dan harganya terjangkau. Minuman yang ada di sini dibagi menjadi nine juice yang terdiri dari jus guava, apel, mangga, melon, buah naga, sirsak, jeruk, tomat, dan wortel. Lalu, aneka milk shake yang meliputi chocolate, taro, green tea, durian, strawberry, red velved, cappuccino, milo, dan vanilla milk shake. 7

Sedangkan makanannya tersedua makanan berat, ringan, dan snack. Makanan beratnya seperti ayam geprek, beef dan chicken steak, nasi goreng yang beragam, nasi chicken wing, mie instan, nasi omelet, nasi tahu dan tempe, serta ceker juga sayap setan. Makanan ringannya pun seperti camilan biasa yang meliputi nugets ayam, sosis goreng keju, roti bakar nine, dan lain-lain. Jika ingin bersantai di café dengan memandang kolam kalian bisa datang ke Nine Café and Pool Bar yang berlokasi di Krajan, Gondanglegi Kulon, Malang, Jawa Timur.

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Sensasi Pedas Makanan Tradisional Jawa di Hamur Pedes, Malang


Wisata Malang - Hai Sobat Traveler, saat menginjakkan kaki di Kota Malang pasti kalian akan mencari aroma sedap kuliner khas kota ini. Tak heran, kalai tempat kuliner menjadi hal yang paling oleh semua orang saat mengunjungi kota ini. Tak akan ada habisnya kalau membahas kuliner khas Jawa di kota ini, terlebih banyak tempat makan yang estetik dan instagrammable di sini.

Salah satunya kuliner di daerah Talok, Turen yang estetik dan santai namanya Hamur Pedes. Di mana kita bisa datang bersama keluarga. Ya, Kecamatan Turen Kabupaten memiliki destinasi wisata yang unik dan kreatif ini dengan modal utama dalam meningkatkan daya saing obyek wisata desa untuk diunggulkan. Hamur Pedes ini adalah sebuah kafe sekaligus destinasi wisata yang terletak di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.


Nah, untuk ke sana tidak sulit, lho, karena lokasinya hanya beberapa puluh meter dari kawasan jalan protokol jurusan Turen-Dampit. Buat Sobat Traveler yang ingin tahu seperti apa panorama di sana termasuk menu yang disuguhkan oleh penduduk setempat, yok datang ke Hamur Pedes ini tanpa perlu bayar tiket. 

Menariknya, di tempat ini juga ada menu makanan khas khusus warga sekitar seperti sego empok, rujak, cenil, dan berbagai jenis makanan tradisional lain yang terbebas dari kolesterol. Selain itu, di tempat ini fasilitasnya lengkap ada kolam dan mushola, lho! Ya, untuk berenang di kolam tidak perlu membayar alias gratis. Di suasanya alam banget, apalagi bisa digunakan untuk acara besar maupun kecil.


Menu yang disajikan di sini pasti sesuai namanya, yaitu menu masakan khas Jawa yang pedes pakai banget. Mulai dari udang cumi, paru-paru, rempela ati, ayam, kikil dan masih banyak lagi. Untuk harga pastinya beragam, tetapi masih ramah di kantong. Sedangkan rasanya tidak bisa diragukan lagi, enak banget. Yuk, tunggu apalagi untuk ke tempat ini yang berlokasi di Mentaraman, Jatirenggo, Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Rekomendasi Wisata Murah Meriah di Malang


Wisata Malang - Hai Sobat Traveler, pasti sudah tidak sabar untuk mulai liburan lagi setelah hampir dua tahun  ini di rumah saja. Ya, setelah pandemi melanda negeri ini banyak pembatasan hubungan sosial apalagi banyak tempat wisata yang sampai ditutup. Tak khayal, ekonomi juga ikut turun karena ini, pastinya saat ingin berpergian Sobat Traveler juga melihat isi kantong. Sejak pandemi pekerjaan sepi, gaji dikurangi, kebutuhan bertambah lagi seakan tidak ada biaya untuk berpergian yang biasanya membutuhkann budget banyak.

Nah, pas banget di tengah pandemi seperti ada tempat wisata murah meriah yang bisa jadi sasaran, nih, tanpa perlu bayar mahal. Malang sendiri menjadi salah satu tempat wisata liburan favorit traveler Indonesia karena alamnya yang indah dan suasana sejuk membuat Malang punya tempat tersendiri di hati traveler. Pas juga sekarang PPKM sudah dilonggarkan dan banyak wisata yang kembali terbuka, termasuk di Malang. Yuk, intip wisata murah meriah Malang!


1. Sumber Sirah

Ya, Mata Air Sumber Sirah yang berada di perbatasan Kecamatan Kepanjen Utara, Bululawang dan Kecamatan Gondanglegi. Mata Air Sumber Sirah ini berbentuk kolam alami besar, bagai karpet hijau yang memanjakan mata. Tak hanya memanjakan mata, Sumber Sirah juga bisa digunakan sebagai tempat berendam. Tentunya, dengan kedalaman 8 hingga 15 meter, membuatnya bisa menjadi tempat bermain basah-basahan yang pas bersama keluarga maupun sahabat. Tiket masuknya pun murah, hanya Rp 1.000 saja dan kalian sudah bsa berenang sambil foto-foto cantik.

2. Sumber Maron

Kalian pasti tidak asing dengan wisata Sumber Maron yang terletak di Desa Karangsuka, Kecamatan Pagelaran, Malang. Tempat ini menyajikan keindahan curug dan kolam alami untuk pengunjung. Tak kalah seru, air terjun Grojagan Sewu yang menjadi daya tarik utama Sumber Maron. Air terjun ini memiliki ketinggian 5-6 meter saja, lho! Tak hanya itu, Sobat Traveler bisa menikmati river tubing di sana dengan tiket masuk Rp 5.000 per orang, sudah bisa bermain air sambil menikmati air terjun yang segar, dan bersih alami.

3. Coban Tundo

Coban yang memiliki tiga air terjun dalam satu lokasi ini tersembunyi di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang. Coban Tundo ini termasuk tempat wisata baru. Di sini kita bisa bermain di bawah air terjun yang terdapat kolam dan bebatuan. Tiket masuknya hanya Rp 5.000 per orang.


4. Wisata Air Krabyakan

Wisata yang berupa kolam dengan pemandian air jernih ini berada di Desa Sumber Ngepoh, gerbang utara Kabupaten Malang, tepatnya Kecamatan Lawang. Tiket masuknya Rp 5.000 per orang dan kolam pemandian ini buka pukul 08.00-17.00 WIB.

5. Bukit Nirwana Kidul

Destinasi wisata pegunungan yang asri, pemandangan ini membuat Bukit Nirwana Pujon mendapat perhatian. Tak layak, Bukit Nirwana ini menjadi taman buatan karena tampak alami dan asri. Sawah dan pegunungan juga menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Temppat wisata yang berada di Dusun Tulungrejo, Pujon, Malang ini hanya perlu membayar tiket masuk Rp 10.000. Kalian sudah bisa menikmati sunrise dan sunset, lho!

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

5 Fakta Menarik Keraton Gunung Kawi


Wisata Malang - Kota Malang menyimpan banyak sejarah yang menarik untuk dikulik, terlebih mengingat dulunya banyak kerajaan yang berdiri di sini dan banyak tempat peninggalan penjajahan. Tak khayal, Malang menjadi tempat wisata yang tepat untuk mempelajari sejarah, apalagi banyak tempat sakral seperti gunung, keraton, dan candi yang menyimpan hal-hal mistis. Salah satunya Gunung Kawi yang merupakan wisata spiritual atau tempat mencari pesugihan. 

Gunung ini terletak di sebelah barat Kepanjen, Kota Malang. Di sini ada berbagai situs mulai dari pesarean, keraton, klenteng, serta tempat pemujaan situs-situs lainnya. Wilayah pesarean Gunung Kawi yang merupakan makam dari Mbah Juga dan Mbah Sujo merupakan tempat yang dikunjungi oleh orang-orang untuk ngalap berkah. Namun, ada lokasi lain di Gunung Kawi yang memiliki usia lebih tua dan spiritual yang lebih dalam, yakni Kraton Gunung Kawi.

Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menuju Kraton Gunung Kawi dari wilayah pesarean. Tentunya, suasana di kraton tersebut sangat tenang dan dikelilingi pohon pinus yang rindung. Sedikit informasi, Mpu Sindok yang berasal dari kerajaan Mataram merupakan seseorang yang mendirikan Keraton Gunung Kawi. Ada prasasti batu tulis di puncak Gunung Kawi menjelaskan, bahwa Keraton Gunung Kawi dibangun pada tahun 861 masehi.


Walaupun disebut kraton, bangunan ini terlihat sederhana karena hanya digunakan untuk tempat bertapa. Mpu Sindok melakukan pertapaan di sini, hingga tubuhnya hilang atau mencapai moksa. Berikut 5 fakta menarik Kraton Gunung Kawi:

1. Terdapat Wihara di sekitar wilayah Keraton Gunung Kawi

Kraton Gunung Kawi semakin banyak dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai kalangan, terutama masyarakat keturunan Tionghoa. Sehingga di wilayah kraton didirikan Wihara untuk tempat beribadah warga keturunan Tionghoa yang sedang berkunjung.

2. Pernah dianggap tempat persembunyian PKI

Pastinya kalian tahu tentang PKI yang membunuh banyak pahlawan pada tanggal 30 September pada tahun 1965. Ini menyebabkan keraton Gunung Kawi diduga sebagai tempat persembunyian anggota PKI yang bersembunyi, sehingga keraton ditutup dan baru dibuka pada tahun 1974.

3. Tempat pertapaan para raja

Kalian pasti tahu kalau raja di Jawa pernah melakukan pertapaan di lokasi Keraton Gunung Kawi, para raja tersebut melakukan pertemuan spiritual dan meminta petunjuk kepada Mpu Sindok. Salah satu raja yang melakukan pertapaan di lokasi merupakan Prabu Kameswara dari kerajaan Kediri. Beliau memilih untuk turun tahta dan melakukan pertapaan di tempat ini, beliau juga mengikuti jejak Mpu Sindok, yaitu moksa. 


4. Sanggar pemujaan

Sanggar pemujaan sendiri merupakan tempat yang paling tinggi dari semua tempat di sini. Tempat inilah yang menjadi tempat pertapaan dan petilasan dari Mpu Sindok yang berfungsi untuk meditasi. Tak lupa patung kuda terbang yang berada di bagian kanan dan kiri bangunannya. Ada beberapa arca dan lubang bertapa di dalam tangah atau tapa pendem.

5. Adanya Pohon Dawandaru

Pohon Dawandaru ini pasti asing di telinga, padahal ini pohon keberuntungan atau disebut juga sebagai shian-to atau pohon dewa oleh orang Tionghoa. Pohon ini terletak di areaa pemakaman, sehingga para peziarah sering menunggu dahan, buah, ataupun daunnya jatuh. Konon katanya jika disimpan bisa menambah kekayaan untuk orang tersebut. Namun, butuh kesabaran sampai berbulan-bulan dalam menunggu beberapa bagian dari pohon itu jatuh.
Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Hutan Lindung Sekar di Malang, Habitat 43 Jenis Burung



Wisata Malang - Hai Sobat Traveler, saat mendengar tentang Kota Malang pasti banyak perbincangan tenatng pemandangan alamnya yang luar biasa. Tak heran, karena Malang masih rimbun dengan pepohonan yang menciptakan suasana sejuk serta asri. Tak lupa pula dengan wisata alam yang menantang seperti gunung, air terjun, dan coban. Selain itu, pesona laut juga tak kalah indah. Namun, tentang hutan lindung seakan tak pernah terdengar di Malang.

Eits, bukan berarti tidak ada, ya. Kenalan dengan hutan lindung yang masih rimbun dengan 43 jenis burung dan 9 diantaranya dilindungi, ya, hutan lindung Sekar yang berada di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Ini didasarkan pada pengamatan oleh tim dari Protection of Forest and Fauna (Profauna) Indonesia di periode Agustus sampai September 2021. 

Jenis burung yang dilindungi di antaranya burung elang ular bido (Spilornis cheela), elang hitam (Ictinaetus malaiensis), julang emas (Aceros undulatus), takur tohtor (Megalaima armillaris), takur tulung tumpuk (Megailama javensis), serindit jawa (Loricilus pusillus), dan luntur harimau (Harpactes oreskios).


Tak hanya itu, ada burung lain yang ditemukan di hutan lindung tersebut seperti burung jingjing batu (Hemipus hirundinaceus), sepah kecil (Pericrotus cinnamomeus), sepah hutan (Pericrocotus flammeus), sepah gunung (Pericrocotus miniatus), takur tenggeret (Megalaima australis), takur ungkut-ungkut (Megalaima haemacephala), dan cinenen Jawa (Orthotomus sepium). Dan masih banyak lagi.

Hal ini tak lain karena banyak pohon besar dengan diameter lebih dari 1 meter di dalam hutan yang tertutup rapat ini. Oleh karena itu, hutan lindung tersebut berada di bawah pengelolaan Perhutani, yakni Perhutani RPH Sekar. Tentunya, keberadaan burung-burung itu sangat tergantung dengan kelestarian hutan lindung Sekar, misalnya burung julang emas dan takur. Nah, tanpa pohon besar yang beragam ini burung-burung tersebut akan punah.


Hutan lindung RPH Sekar ini mempunyai luas 3212 hektar yang terletak di ketinggian 1.100-2000 meter di atas permukaan laut. Hutan ini berada di antara Gunung Kawi dan Gunung Kelud, sedangkan desa yang berada di sekitar hutan lindung ini adalah Desa Sidodadi, Purworejo, Pagersari, Banturejo, dan Pandansari. Pastinya hutan lindung di RPH Sekar ini harus dilestarikan karena menyimpan potensi keragaman hayati tinggi, keberadaan hutan lindung ini juga penting untuk menjaga sumber daya yang ada di hutan. 

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Ragam Desa Wisata Ngadas, Desa Atas Awan Malang


Wisata Malang -  Hai Sobat, pasti saat ke Malang banyak menemui desa-desa wisata yang dikelola dengan baik. Ya, kalau melihat destinasi wisata yang itu-itu saja ada baiknya mencoba menikmati aroma khas pedesaan yang selalu menjadi daya tarik tersendiri. Di Malang sendiri banyak spot desa wisata yang memiliki suasana pedesaan dan alam yang hijau. Saat mengunjungi kota Malang pasti yang pertama ingin dinikmati adalah udara yang segar, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, dan lepas dari rutinitas pekerjaan. 

Salah satunya Desa Ngadas yang berada di atas awan dan menjadi satu-satunya desa di Malang yang ditinggali Suku Tengger. Desa Ngadas Malanbg ini diubah menjadi dewasa, karena memiliki potensi wisata yang menarik seperti Ranupane, Coban Trisula, hingga petik apel. Desa yang berada di area teritorial Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan berada di ketinggian 2150 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, Desa Ngadas Bromo ini menjadi salah satu desa yang tertinggi di Jawa, tak khayal disebut Desa Atas Awan di Malang.


Namun, desa ini menyimpan cerita kuno yang konon desa ini dibangun oleh Mbah Sedhek sekitar tahun 1774. Di desa ini lahirlah Suku Tengger yang mendiami Ngadas, hingga saat ini. Seluruh warga di Desa Ngadas ini tidak ada satupun pendatang, desa ini juga memiliki aturan tertulisa yang menyatakan bahwa tanah yang dimiliki suku Tengger tidak boleh diperjualbelikan, 

Desa Ngadas ini sendiri memiliki pemandangan alam yang sangat cantik, salah satunya jalanan di desa yang langsung menghadap ke Gunung Bromo. Suasana desa semakin damai dan sejuk dengan adanya kabut tipis yang menyelimuti desa saat pagi hari. Selain itu, desa ini merupakan pintu masuk untuk menuju ke Gunung Bromo melalui Poncokusumo. 


Untuk kalian yang ingin datang ke sini pasti tak akan menyesal, karena pemandangan alamnya sangat indah, udaranya sejuk, suasana pedesaan yang tenang, spot foto yang melimpah, warganya ramah, serta budayanya yang masih lekat. Desa Ngadas Malang ini terletak di Kecamatan Poncokusumo dan berada di ujung paling timur Kabupaten Malang, berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.