Latest News

WISATA
KULINER

TIPS WISATA

KOTA MALANG

KOTA BATU

KABUPATEN MALANG

Recent Posts

Keunikan Bahasa Orang Malang yang Membalik Kata, Ini Sejarahnya!




Wisata Malang - Hai Sobat Traveler, pasti di daerahmu memiliki bahasa gaul yang digunakan untuk berkomunikasi. Nah, di Malang, Jawa Timur pastinya memiliki bahasanya sendiri yang digunakan di kehidupan sehari-hari. Ya, bahasa orang Malang begitulah julukannya. Orang Malang mempunyai kebiasaan suka membalikkan kata atau biasa disebut bahasa walikan. Nah, bahasa ini mencari ciri khas dari warga Kota Malang, lho!

Bahasa walikan menjadi ciri khas warga Malang yang populer di Indonesia. Ya, seperti Ngalam yang merupakan kebalikan dari Malang. Selain itu, ada beberapa kata seperti sam yang arinya mas, oyi yang merupakan iyo atau iya, dan masih banyak lagi. Bahasa ini juga pernah digunakan dalam film Yowis Ben yang pemainnya Bayu 'Skak', menyematkan bahasa khas Malang ini dalam dialog antar tokohnya.


Namun, perlu Sobat tahu, nih, kalau bahasa Malangan atau walikan ini sudah dikenal sejak zaman dulu. Tepatnya, sejak masa Agresi Militer II Belanda pada tahun 1949 silam. Yap, berdasarkan buku Malang Tempoe Doeloe yang dikarang oleg Dukut Imam Widodo menyatakan bahasa ini muncul dari hasil pemikiran para pejuang GRK, singkatan dari Gerilya Rakyat Kota. Nah, GRK menjadikannya sandi atau password di kalangan pejuang.

Bahasa walikan digunakan untuk menjamin rahasia, efektivitas komunikasi antar pejuang dan pengenal identitas kawan atau lawan. Sebab, Belanda sering menyusupkan mata-mata yang bisa berkomunikasi dengan bahasa daerah setempat. Oleh karena itu, munculnya bahasa Walikan tak lepas dari ide prajurit GRK, Wasito, dan Suyudi Raharno. Yap, berawal dari sinilah bahasa Malangan itu bermula.

Di akhir Maret 1949, perlawanan GRK sering digagalkan, setelah dicari tahu ternyata ada informasi taktik dan strategi ada yang membocorkan karena ada mata-mata yang disusupkan Belanda. Suyudi Raharno dan Wasito akhirnya menyusun kode telik sandi berupa bahasa Malangan yang efektif. Dari bahasa Malangan atau Walikan ini, GRK berhasil membongkar mata-mata Belanda yang ternyata orang pribumi di sekitar mereka.


Ya, mata-mata yang ditugaskan menyamar menjadi penjual rokok, penjual jajanan, dan pelayan di warung. Beruntungnya, bahasa ini sangat efektif untuk komunikasi antarpejuang, sehingga GRK mampu menerapkan strategi yang jitu untuk melancarkan perlawanan terhadap Belanda. Bahasa yang sarat dengan kode dan sandi yang unik serta tidak terikat bahasa umum dan baku.

Bahasa dengan metode pengejaan secara terbalik yang dari belakang dibaca ke depan ini sudah diketahui masyarakat Malang. Bahkan sudah menjadi bahasa gaul untuk orang Malang. Bahasa yang awalnya hanya diketahui prajurit GRK ini kini menyebar luas, bahkan mudah dimengerti oleh kalangan orang Malang. Tidak heran jika orang Malang suka membalik kata, dengan kata lain menggunakan bahasa Walikan. Nah, apa nih bahasa gaul di daerah Sobat Traveler?
 
Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Tips Mendaki Gunung Panderman untuk Pemula


Wisata Malang - Hai Sobat Traveler, Malang menjadi kota untuk para penggila gunung karena banyak yang mengelilingi kota Malang. Gunung dengan keindahan yang luar biasa seperti Gunung Bromo, Kawi, Welirang, Arjuna, hingga Panderman yang cocok untuk para pendaki. Mendaki bukanlah kegiatan yang mudah walau terlihat keren, karena ini berkaitan dengan nyawa. Oleh karena itu, Sobat Traveler perlu mempersiapkan dengan matang mulai dari peralatan dan logistik sampai mencari pengalaman di gunung yang lebih mudah sebelum mencoba gunung yang tinggi seperti Gunung Semeru.

Nah, buat Sobat Traveler sangat direkomendasikan untuk mendaki Gunung Panderman untuk mulai belajar dan mencari pengalaman. Gunung Panderman mempunyai ketinggian yang tidak seberapa, tetapi pemandangannya luar biasa. Gunung dengan ketinggian 2045 mdpl ini berlokasi di Kota Batu. Panderman mempunyai jalan curam dengan kemiringan mencapai 45 derajat. Meskipun begitu, gunung ini menjadi tempat terbaik untuk belajar mendaki daripada Gunung Semeru dan Gunung Arjuna yang ketinggiannya di atas 3000 mdpl.


Walau ketinggiannya lebih rendah dari Gunung Semeru maupun Arjuna, tetapi Gunung Panderman memiliki medan yang menantang. Kemiringannya pun membutuhkan persiapan mental untuk para pendaki sebelum memulainya. Pada umumnya waktu tempuh mencapai puncak gunung ini mencapai 3 sampai 4 jam, tetapi menyesuaikan dengan kemampuan individu bisa lebih cepat atau lebih lama. Namun, asyiknya mendaki tergantung Sobat Traveler yang bisa menyelinginya dengan pembicaraan dan candaan agar tak terasa berat.

Sobat Traveler bisa mengatur perjalanan pulang dan pergi dalam satu hari dengan durasi tersebut, jika tak ingin berkemah. Namun, untuk istirahat Sobat Traveler disarankan untuk berkemah selama semalam guna memulihkan fisik. Perlu diketahui, di Gunung Panderman hanya terdapat satu sumber air, yaitu di awal persimpangan antara jalan menuju Gunung Panderman dan Gunung Butak sebelum pendakian. Oleh karena itu, Sobat Traveler harus mengatur logistik untuk menentukan waktu minum dan hemat aiar untuk keperluan selama di sana. Keperluan masak pun membutuhkan air dalam jumlah banyak, selain itu soal makanan Sobat Traveler juga perlu menentukannya sebelum melakukan pendakian. 

Di Gunung Panderman terdapat kera-kera yang perlu Sobat Traveler waspadai karena makanan akan memancing perhatian mereka. Banyak pula cerita tentang perebutan makanan antara manusia dan kera di Gunung Panderman. Kera memang sangat berbahaya, sehingga pendaki harus berhati-hati. Namun, keberadaan kera di sana juga mengingatkan kita jika gunung tetaplah alam liar yang dipenuhi hewan liar seperti ular, kera, sampai macan. Tak hanya binatang, Sobat Traveler juga perlu memperhatikan tumbuhan yang terdapat di sana jangan sampai merusak maupun menggunakan tanaman yang salah.


Dalam pendakiannya ada dua jalur pendakian Gunung Panderman, yaitu jalur Dukuh Toyomerto di Desa Pesanggrahan atau jalur Curah Banteng. Jalur Dukuh Toyomerto menjadi pendakian yang banyak dipilih karena tidak terlalu ekstrim dan lebih cepat. Berikut rincian rute pendakiannya :

  • Pos Pendaftaran-Pos 1 Sumber Air
  • Pos 1-Pos 2 Latar Ombo
  • Pos 2-Pos 3 Watu Gede
  • Pos 3-Puncak Basundara
Hal yang perlu dipersiapkan untuk mendaki Gunung Panderman :

  1. Bawalah obat-obatan pribadi dan makanan sehat
  2. Menjaga ucapan dan tingkah laku saat pendakian
  3. Membawa perlengkapan berkemah seperti tenda, sleeping bag, hingga flaysheet
  4. Membawa senter atau headlamp
  5. Wajib lapor kepada petugas saat akan mendaki dan setelah mendaki
  6. Jangan membawa sampah botol plastik dan tisu basah

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Sky Bridge Menjadi Wajah Baru Stasiun Malang




Wisata Malang - Senin, 10 Mei 2021 Stasiun Malang Baru yang terletak di sisi timur dioperasionalkan oleh PT KAI Daop 8 Surabaya. Stasiun ini mempunyai wajah baru yang menjadi favorit, yaitu Sky Bridge. Sky Bridge merupakan jembatan langit, di mana kita bisa melihat kereta api melintas ditambah dengan pemandangan Gunung Semeru. Stasiun yang berada di Jalan Trunojoyo No. 10, Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang ini terlihat keren dengan penampilan modernnya.

Buat Sobat Traveler yang udah mudik, pasti sudah tahu desain baru Stasiun Malang Kota sisi timur. Ya, adanya Sky Bridge yang terinspirasi dari Gunung Putri Tidur, di mana bisa dilihat dari satu sisi atap yang lebih tinggi daripada sisi lainnya. Nah, inilah yang merupakan perwujudan manusia yang sedang tidur. Di Malang sendiri juga terdapat Gunung Putri Tidur, yang terdiri atas Gunung Panderman, Gunung Butak, serta Gunung Kawi yang berjejer sedemikian rupa layaknya putri sedang tidur.



Stasiun Malang Kota Baru Sisi Timur sendiri menggunakan konsep go green dengan sirkulasi udara yang ramah lingkungan, tak heran jika Sobat Traveler merasa sejuk saat di sana. Selain itu, di sana juga terdapat fasilitas di mana penumpang bisa melakukan kegiatan dengan eskalator. Ada pula ruang tunggu yang lengkap dengan taman bermain anak dan ruang VIP untuk penumpang kereta luxury. Nah, lengkap dong fasilitasnya apalagi di sky bridge bisa menjadi spot foto terbaik. 

 
Pengoperasian Stasiun Malang Kota Baru Sisi Timur ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan untuk pelanggan kereta api dan sebagai pengembangan perkeretaapian di wilayah Malang. Fasilitasnya pun tak tanggung-tanggung, terdapat minimarket dan toko oleh-oleh, selain itu tempat parkirnya luas daripada stasiun yang lama. Stasiun Malang Kota Baru Sisi Timur pun posisinya strategis, berada di dekat Kampung Warna-Warni dan Kampung Tridi. Serta dikelilingi tempat kuliner legendaris seperti Bakso Bakar Pak Man dan Rawon Rampal yang bisa Sobat Traveler kunjungi saat ingin kulineran.

Nah, buat Sobat Traveler yang penasaran bisa mampir ke Stasiun Malang Kota Baru, nih. Apalagi yang ingin bepergian jauh dengan kereta api, akan lebih mudah dengan fasilitas di Stasiun Kota Malang Baru, lho!

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Berburu Makanan Khas Korea di Dakgalbi, Resto di Malang


Wisata Malang - Hai Sobat Traveler, makanan Korea kini semakin banyak diburu seiring melejitnya drama asal negeri ginseng yang menampilkan khas makanan mereka. Pasti dari kalian ada yang merupakan pencinta makanan Korea, nih. Nah, buat Sobat yang tinggal di Malang bisa lho berburu ke salah satu tempat yang menjadi destinasi kuliner Korea di Malang sejak 2015.

Dakgalbi, resto kuliner yang menyajikan berbagai menu Korea dengan bahan baju impor yang berkualitas, langsung dari negara asalnya. Resto kuliner Korea yang berada di Malang ini juga dijamin halal, apalagi menunya lengkap dan otentik. Resto yang berada di Jalan Simpang Wilis, kompleks Ruko Retawu B7, Malang, Dakgalbi ini buka setiap hari dari pukul 12.00 siang sampai 21.30 WIB.


Tak hanya menyuguhkan makanan Korea, tetapi tempat ini juga mengangkat konsep ala Negeri Ginseng. Ya, terdapat meja kayu dengan arang di bagian tengahnya, dan di atas arang terdapat alat penyedot asap. Ini bertujuan agar pelanggan bisa menikmati Korean BBQ. Desain di dalamnya pun menggabungkan ciri khas Korea dengan unsur modern. Ini bisa dilihat dari lampion khas Korea dan ornamen Korea. 

Selain itu, terdapat lukisan mural wanita Korea dengan baju Hanbok dan baju Hanbok anak yang terdapat di area tangga lantai dua. Tak lupa, terdapat gaya modern seperti tone warna dinding yang didominasi oleh warna hitam dan abu-abu. Sehingga tempat ini bisa mempunyai suasana resto yang elegan, tetapi tak menghilangkan gaya Koreanya. 

All You Can Eat, Sobat Traveller pasti tidak asing lagi dengan konsep ini yang banyak diterapkan di kota-kota besar. Nah, di Dakgalbi juga ada lho menu All You Can Eat yang harganya Rp185.000 per pax. Sobat Traveler bisa memilih daging yang diinginkan dalam waktu yang telah ditentukan oleh pihak resto, hemm pasti seru, nih bisa ambil banyak-banyak.


Tak hanya itu, Dakgalbi juga mempunyai menu andalan, yaitu Korean BBQ yang biasa disajikan dengan Banchan atau beberapa jenis Korean side dish lainnya. Menariknya, varian daging yang bisa dipilih adalah daging NZ Tenderloin sampai Australian Wagyu. Soal Wagyu pasti tidak asing lagi karena pernah viral seorang wanita menyebutnya dan daging Wahyu. Mungkin hanya karena salah dengar atau memang itu yang dikatakan, tetapi cuplikan video tersebut menjadi guyonan dan viral.

Kembali bahas menu makanan Dakgalbi yang tak hanya Korean BBQ, tetapi ada dakgalbi sesuai dengan namanya. Lalu, tersedia juga bulgogi, rabokki, ramyeon, bibimbap, jjangmyeon, cheese buldak, odeng, bahkan japchae. Juga dilengkapi dengan minuman khas Korea seperti Bingsoo Strawberry Booster dan Bingsoo Caramelized Vanilla. Untuk Sobat yang memesan menu Korean BBQ bisa meminta bantuan petugas dalam proses grill daging yang dipesan. Nah, kalau kamu apa makanan khas Korea favoritmu?

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Tips Mudik Lebaran ke Kampung Halaman dengan Aman dan Nyaman



Wisata Malang - Hai Sobat Traveler, menjelang lebaran jalanan begitu macet karena banyaknya yang ingin pulang ke kampung halaman. Ya, pastinya setelah dua tahun tidak bisa pulang dikarenakan pandemi, tentunya tahun ini menjadi mudik lebaran yang dinantikan. Namun, justru membeludaknya pemudik sampai jalanan macet malah membuat kita lelah dalam perjalanan yang lama. Terlebih di tengah pandemi ini kita masih perlu waspada dan menjaga kesehatan. Oleh karena itu, berikut tips mudik agar perjalanan aman dan menyenangkan sampai kampung halaman :

1. Cek kondisi kendaraan

Kendaraan menjadi andalan saat perjalanan, sehingga Sobat Traveler harus memastikan kendaraan mobil maupun motor siap dalam keadaan baik untuk digunakan dalam perjalanan jauh. Tentunya, akan lebih baik kalau kendaraan bisa dibawa ke bengkel resmi untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. 

Nah, jika kendaraan sudah dipastikan keadaannya, Sobat perlu memastikan semua perlengkapan tambahan di kendaraan tersedia. Terlebih perlengkapan yang digunakan untuk memperbaiki kendaraan seperti dongkrak, obeng, kunci pas, tang, dan lain-lain. Selain itu, jangan lupa membawa sparepart cadangan karena tidak tentu apa yang terjadi di dalam perjalanan panjang. Sehingga perlu memastikan busi, tali rem, dan berbagai sparepart cadangan lainnya.

2. Kondisi tubuh

Di tengah pandemi seperti ini, tentunya kondisi kesehatan tubuh perlu diperhatikan. Ya, sebelum melakukan perjalanan jauh kita perlu mempersiapkan kondisi tubuh agar tetap fit sebelum perjalanan jauh. Oleh karena dianjurkan, beristirahat setiap empat jam, jika mengantuk sebaiknya berhentilah untuk beristirahat. Selain itu, penting untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Cuacanya pun juga tak menentu yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh, oleh karena itu kita perlu berjaga-jaga.

3. Bawalah kotak P3K

Kotak yang menjadi pertolongan pertama saat terjadi apa-apa ini perlu dibawa ke mana-mana, selain karena dibutuhkan untuk keselamatan juga praktis dibawa ke mana-mana. Oleh karena itu, kita perlu memeriksa perlengkapan isi kotak P3K seperti minyak angin, betadine, obat sakit kepala, dan berbagai isi kotak P3K lainnya. Selain itu, periksa apakah obat yang ada sudah kadaluwarsa atau belum dan tambahkan obat lain yang diperlukan.


4. Daftar Barang Bawaan

Untuk meminimalisir barang yang ketinggalan karena lupa, ada baiknya Sobat mendaftar barang-barang yang akan dibawa. Ya, mendaftar barang mulai dari yang paling penting sampai barang yang kurang penting. Perlengkapan yang pasti harus dibawa adalah peta yang berguna untuk mengetahui jalur mudik, terlebih di sana sudah terdapat informasi yang dibutuhkan seperti pom bensin, bengkel, kondisi jalan, dan posko lebaran. Selain itu, untuk Sobat Traveler yang membawa ponsel pastikan baterai dan pulsa dalam kondisi penuh karena bisa membantu dalamm keadaan darurat.

5. Rencanakan perjalanan dengan matang

Terakhir, hal yang perlu Sobat Traveling lakukan adalah merencanakan perjalanan dengan matang. Ya, mencari ruter terbaik yang cepat dan bisa dilalui, jika Sobat melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi periksalah seluruh kesiapan kendaraan baik dari mesin kendaraan, kondisi ban, dan semua bagian kendaraan aman untuk melakukan perjalanan jauh.

Selain itu, Sobat juga perlu memperhatikan makanan yang akan dimakan di perjalanan. Memang sepanjang perjalanan pasti ada warung dan pedagang makanan yang membuat perut merasa lapar. Namun, Sobat perlu berhati-hati serta memilih makanan yang ingin dibeli, karena tidak tentu makanan tersebut sehat dan bersih atau tidak. Lebih aman jika Sobat Traveler membawa makanan sendiri dari rumah.

Nah, demikianlah tips mudik lebaraan ke Kampung Halaman yang aman dan nyaman. Kalau kamu sudah berencana mudik belum, nih?

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Rekomendasi Wisata Religi di Malang yang Bisa Dikunjungi Saat Ramadan




Wisata Malang - Hai Sobat, di bulan Ramadan ini mengunjungi wisata religi menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. Mungkin bagi beberapa orang juga untuk apa ke wisata religi, tidak seru, atau bahkan membosankan. Padahal pergi ke wisata religi memiliki banyak manfaat terlebih jika dilakukan saat bulan suci Ramadan. Di kota Malang yang sudah sering menjadi destinasi wisata religi pun menjadi padat saat bulan Ramadan.

Tak heran jika banyak yang tertarik dengan wisata religi di Malang karena banyak tempat religi yang bersejarah, dan menjadi kawasan situs bersejarah Islam. Sehingga saat berkunjung ke tempat tersebut kita bisa memetik banyak pelajaran. Berikut destinasi wisata religi di Malang yang bisa dikunjungi saat bulan Ramadan:


1. Masjid Tiban Turen


Masjid dengan arsitektur bergaya Timur Tengah, China, dan India yang digabungkan sedemikian rupa yang didesain, oleh KH Ahmad Bahru Mafdaluddin Soleh. Masjid ini dikenal sebagai tempat ibadah sekaligus destinasi wisata religi. Masjid ini berdiri dan dikembangkan oleh para santri sejak 1978. Bangunan bernuansa masjid dengan ornamen Timur Tengah ini dominan dengan warna biru dan putih yang mencolok di tengah permukiman penduduk. 

Selain itu, bangunan setinggi sepuluh lantai ini terus dibangun sedikit demi sedikit. Masjid ini berada di area pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailiri Rahmah.Namun, bangunannya begitu luas, megah, dan besar serta memiliki gapura setinggi 30 meter. Konon, masjid ini dibangun oleh 250 santri dann dibantu beberapa penduduk sekitar.

2. Masjid Agung Malang


Masjid dengan arsitektur bergaya Jawa dan Arab ini memiliki bangunan yang atapnya berbentuk tajug. Arsitektur bergaya Arabnya sendiri bisa kita lihat dari kubah menara masjid dan konstruksi lengkung di bidang-bidang bukaan pintu serta jendela. Masjid yang mengangkat arsitektur Jawa dan Arab ini menyajikan percampuran budaya lokal dan asing yang berhasil menjadi wisata religi di Malang.

Masjid yang menjadi percampuran dua budaya ini didirikan pada tahun 1890 M dan memiliki luas sekitar 3000 meter persegi. Perlu Sobat Travaler tah, tempat ini berdiri di atas tanah Gubernemen atau tanah negara. Pembangunan masjid pun dilakukan  saat pemerintahan Bupati Malang Raden Bagoes Mohamad Sarib. Awalnya masjid ini bernama Masjid Jami', kemudian diganti menjadi Masjid Agung Jami' Malang, hingga menjadi Masjid Utama Kota Malang.


3. Masjid Salman Al-Farisi


Sobat Traveler pasti pernah dengar Masjid di Malang yang katanya mirip Taj Mahal, nah, itulah Masjid Salman Al-Farisi. Masjid yang mempunyai 7 menara serta  kubah ini memiliki interior yang memadukan unsur tradisional dan modern, bahkan di keempat tiangnya terdapat lampu klasik yang ditempelkan. Bangunan yang mengkombinasikan warna cokelat tua dan abu-abu di dalamnya diperuntukkan imam, bagian ini terbuat dari marmer.

Arsitektur yang dilapisi marmer berwarna cokelat muda, jendela dan pintu dengan kusen kayu, serta kaca hiasnya memiliki warna yang cocok dengan interior lain. Nuansa warna merah dan cokelat inilah yang membuatnya mirip dengan Taj Mahal di India. Masjid yang dibangun 2013 ini berada di Dusun Karangampel, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

4. Makam Ki Ageng Gribik

Terakhir, Makam Ki Ageng Gribik yang berlokasi di kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang merupakan tempat peristirahatan tokoh penyebar Islam di tahun 1600-an silam. Tempat ini menjadi rumah terakhir Ki Ageng Gribig sekaligus menjadi kompleks pemakanan yang diisi oleh beberapa Bupati Malang dari abad ke-19 sampai abad ke-20. Ki Ageng Gribig sendiri merupakan tokoh terkenal yang berperan dalam penyebaran Islam di tahun 1600-an, beliau juga sosok yang berperan dalam mendirikan Kota Malang.
 
Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Liburan Seru di Florawisata San Terra, Nikmati Fasilitas dan Zonanya!


Wisata Malang - Hai Sobat Traveler, liburan di musim seperti ini seakan hanya kerinduan, berat banget pasti nahannya. Nah, kalian bisa melampiaskan kerinduan dengan berlibur ke tempat wisata yang seru dan populer banget. Ya, sebuah florawisata di Malang yang jadi favorit karena menyediakan nuansa negara Belanda dan Korea yang bakalan melepaskan lelah dan rindu kalian, nih!

Florawisata San Terra De Laponte, dari namanya yang unik wisata ini menyuguhkan taman bunga dan nuansa luar negeri yang indah. Destinasi wisata yang berlokasi di Jalan Raya Madya Jurangrejo Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini dibangun 2019, lho dan tak banyak yang tahu pemiliknya merupakan orang Indonesia. Walau hanya menjadi wisata tempat ini banyak diminati karena keunikan, keindahan, dan banyaknya tempat instagrammable.


Namun, tak hanya sebagai tempat wisata melainkan ada paket edukasi dan paket pre-wedding. Paket edukasi ini digunakan untuk siswa yang berkunjung dan melakukan study serta kegiatan lainnya di sana. Untuk paket ini tentunya akan ada edukasi tentang bunga yang berada di sana dan lainnya. Ya, ngomong-ngomong soal bunga di sana ada petugas pembibitan, perawatan, dan penyiramannya sendiri, lho! Selain itu, tanamanya pun diproduksi sendiri dan diganti setiap bulannya.

Selanjutnya paket pre-wedding yang disediakan untuk yang ingin mengadakan acara pernikahan di sana. Paket ini seharga 700 ribu dengan fasilitas spot foto dan dan dua fotografer. Nah, di sini Sobat Traveler juga bisa menyewa pakaian Korea atau yang disebut Hanbok dan baju Belanda yang harganya 50 ribu untuk orang dewasa dan 30 ribu untuk anak-anak dengan batas waktu 30 menit. 

Nah, kalian bisa foto dengan baju tersebut di mana pun pastinya kalau pakai Hanbok di zona Little Korea, ya. Buat kalian yang tidak pandai mengambil foto juga bisa menggunakan jasa fotografi atau sekalian cetak foto di sana juga bisa, lho! Sedangkan untuk yang mengenakan baju Belanda bisa berfoto di zona Little Amsterdam yang tak jauh dari zona Little Korea. Untuk berkeliling kalian bisa menyewa scooter yang harganya 15 ribu dengan batas waktu 15 menit. Selain itu, juga disediakan sewa mobil seharga 20 ribu per orang. 


Banyak banget spot menarik yang disediakan, eits, tidak hanya itu lho. Sebab, di Florawisata satu ini juga terdapat Kafe yang menyediakan makanan dan minuman, pastinya tak kalah dari kafe biasanya. Salah satu menu andalannya adalah ayam pelle de pollo yang pedasnya mantap dan rasanya nikmat. Nah, itulah berbagai fasilitas dan spot yang disediakan di Florawisata San Terra De Laponte, tentunya masih banyak lagi yang bisa membuat liburan kalian lebih seru, nih!

Banyak kegiatan selain foto yang dilakukan di sana ‘kan? Mulai dari edukasi tentang bunga, bermain wahana yang ada, sampai mencicipi menu andalan. Tunggu apalagi, jika ingin tahu apa saja keseruan lainnya yang bisa dilakukan di sana kunjungi Florawisata yang buka di jam 08.00-17.00 WIB. Sobat Traveler sudah punya rencana liburan ke mana nih nantinya?


Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.