Latest News

WISATA
KULINER

TIPS WISATA

KOTA MALANG

KOTA BATU

KABUPATEN MALANG

Recent Posts

Sensasi Pedas Makanan Tradisional Jawa di Hamur Pedes, Malang


Wisata Malang - Hai Sobat Traveler, saat menginjakkan kaki di Kota Malang pasti kalian akan mencari aroma sedap kuliner khas kota ini. Tak heran, kalai tempat kuliner menjadi hal yang paling oleh semua orang saat mengunjungi kota ini. Tak akan ada habisnya kalau membahas kuliner khas Jawa di kota ini, terlebih banyak tempat makan yang estetik dan instagrammable di sini.

Salah satunya kuliner di daerah Talok, Turen yang estetik dan santai namanya Hamur Pedes. Di mana kita bisa datang bersama keluarga. Ya, Kecamatan Turen Kabupaten memiliki destinasi wisata yang unik dan kreatif ini dengan modal utama dalam meningkatkan daya saing obyek wisata desa untuk diunggulkan. Hamur Pedes ini adalah sebuah kafe sekaligus destinasi wisata yang terletak di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.


Nah, untuk ke sana tidak sulit, lho, karena lokasinya hanya beberapa puluh meter dari kawasan jalan protokol jurusan Turen-Dampit. Buat Sobat Traveler yang ingin tahu seperti apa panorama di sana termasuk menu yang disuguhkan oleh penduduk setempat, yok datang ke Hamur Pedes ini tanpa perlu bayar tiket. 

Menariknya, di tempat ini juga ada menu makanan khas khusus warga sekitar seperti sego empok, rujak, cenil, dan berbagai jenis makanan tradisional lain yang terbebas dari kolesterol. Selain itu, di tempat ini fasilitasnya lengkap ada kolam dan mushola, lho! Ya, untuk berenang di kolam tidak perlu membayar alias gratis. Di suasanya alam banget, apalagi bisa digunakan untuk acara besar maupun kecil.


Menu yang disajikan di sini pasti sesuai namanya, yaitu menu masakan khas Jawa yang pedes pakai banget. Mulai dari udang cumi, paru-paru, rempela ati, ayam, kikil dan masih banyak lagi. Untuk harga pastinya beragam, tetapi masih ramah di kantong. Sedangkan rasanya tidak bisa diragukan lagi, enak banget. Yuk, tunggu apalagi untuk ke tempat ini yang berlokasi di Mentaraman, Jatirenggo, Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Rekomendasi Wisata Murah Meriah di Malang


Wisata Malang - Hai Sobat Traveler, pasti sudah tidak sabar untuk mulai liburan lagi setelah hampir dua tahun  ini di rumah saja. Ya, setelah pandemi melanda negeri ini banyak pembatasan hubungan sosial apalagi banyak tempat wisata yang sampai ditutup. Tak khayal, ekonomi juga ikut turun karena ini, pastinya saat ingin berpergian Sobat Traveler juga melihat isi kantong. Sejak pandemi pekerjaan sepi, gaji dikurangi, kebutuhan bertambah lagi seakan tidak ada biaya untuk berpergian yang biasanya membutuhkann budget banyak.

Nah, pas banget di tengah pandemi seperti ada tempat wisata murah meriah yang bisa jadi sasaran, nih, tanpa perlu bayar mahal. Malang sendiri menjadi salah satu tempat wisata liburan favorit traveler Indonesia karena alamnya yang indah dan suasana sejuk membuat Malang punya tempat tersendiri di hati traveler. Pas juga sekarang PPKM sudah dilonggarkan dan banyak wisata yang kembali terbuka, termasuk di Malang. Yuk, intip wisata murah meriah Malang!


1. Sumber Sirah

Ya, Mata Air Sumber Sirah yang berada di perbatasan Kecamatan Kepanjen Utara, Bululawang dan Kecamatan Gondanglegi. Mata Air Sumber Sirah ini berbentuk kolam alami besar, bagai karpet hijau yang memanjakan mata. Tak hanya memanjakan mata, Sumber Sirah juga bisa digunakan sebagai tempat berendam. Tentunya, dengan kedalaman 8 hingga 15 meter, membuatnya bisa menjadi tempat bermain basah-basahan yang pas bersama keluarga maupun sahabat. Tiket masuknya pun murah, hanya Rp 1.000 saja dan kalian sudah bsa berenang sambil foto-foto cantik.

2. Sumber Maron

Kalian pasti tidak asing dengan wisata Sumber Maron yang terletak di Desa Karangsuka, Kecamatan Pagelaran, Malang. Tempat ini menyajikan keindahan curug dan kolam alami untuk pengunjung. Tak kalah seru, air terjun Grojagan Sewu yang menjadi daya tarik utama Sumber Maron. Air terjun ini memiliki ketinggian 5-6 meter saja, lho! Tak hanya itu, Sobat Traveler bisa menikmati river tubing di sana dengan tiket masuk Rp 5.000 per orang, sudah bisa bermain air sambil menikmati air terjun yang segar, dan bersih alami.

3. Coban Tundo

Coban yang memiliki tiga air terjun dalam satu lokasi ini tersembunyi di Desa Sidoasri, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Malang. Coban Tundo ini termasuk tempat wisata baru. Di sini kita bisa bermain di bawah air terjun yang terdapat kolam dan bebatuan. Tiket masuknya hanya Rp 5.000 per orang.


4. Wisata Air Krabyakan

Wisata yang berupa kolam dengan pemandian air jernih ini berada di Desa Sumber Ngepoh, gerbang utara Kabupaten Malang, tepatnya Kecamatan Lawang. Tiket masuknya Rp 5.000 per orang dan kolam pemandian ini buka pukul 08.00-17.00 WIB.

5. Bukit Nirwana Kidul

Destinasi wisata pegunungan yang asri, pemandangan ini membuat Bukit Nirwana Pujon mendapat perhatian. Tak layak, Bukit Nirwana ini menjadi taman buatan karena tampak alami dan asri. Sawah dan pegunungan juga menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Temppat wisata yang berada di Dusun Tulungrejo, Pujon, Malang ini hanya perlu membayar tiket masuk Rp 10.000. Kalian sudah bisa menikmati sunrise dan sunset, lho!

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

5 Fakta Menarik Keraton Gunung Kawi


Wisata Malang - Kota Malang menyimpan banyak sejarah yang menarik untuk dikulik, terlebih mengingat dulunya banyak kerajaan yang berdiri di sini dan banyak tempat peninggalan penjajahan. Tak khayal, Malang menjadi tempat wisata yang tepat untuk mempelajari sejarah, apalagi banyak tempat sakral seperti gunung, keraton, dan candi yang menyimpan hal-hal mistis. Salah satunya Gunung Kawi yang merupakan wisata spiritual atau tempat mencari pesugihan. 

Gunung ini terletak di sebelah barat Kepanjen, Kota Malang. Di sini ada berbagai situs mulai dari pesarean, keraton, klenteng, serta tempat pemujaan situs-situs lainnya. Wilayah pesarean Gunung Kawi yang merupakan makam dari Mbah Juga dan Mbah Sujo merupakan tempat yang dikunjungi oleh orang-orang untuk ngalap berkah. Namun, ada lokasi lain di Gunung Kawi yang memiliki usia lebih tua dan spiritual yang lebih dalam, yakni Kraton Gunung Kawi.

Dibutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk menuju Kraton Gunung Kawi dari wilayah pesarean. Tentunya, suasana di kraton tersebut sangat tenang dan dikelilingi pohon pinus yang rindung. Sedikit informasi, Mpu Sindok yang berasal dari kerajaan Mataram merupakan seseorang yang mendirikan Keraton Gunung Kawi. Ada prasasti batu tulis di puncak Gunung Kawi menjelaskan, bahwa Keraton Gunung Kawi dibangun pada tahun 861 masehi.


Walaupun disebut kraton, bangunan ini terlihat sederhana karena hanya digunakan untuk tempat bertapa. Mpu Sindok melakukan pertapaan di sini, hingga tubuhnya hilang atau mencapai moksa. Berikut 5 fakta menarik Kraton Gunung Kawi:

1. Terdapat Wihara di sekitar wilayah Keraton Gunung Kawi

Kraton Gunung Kawi semakin banyak dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai kalangan, terutama masyarakat keturunan Tionghoa. Sehingga di wilayah kraton didirikan Wihara untuk tempat beribadah warga keturunan Tionghoa yang sedang berkunjung.

2. Pernah dianggap tempat persembunyian PKI

Pastinya kalian tahu tentang PKI yang membunuh banyak pahlawan pada tanggal 30 September pada tahun 1965. Ini menyebabkan keraton Gunung Kawi diduga sebagai tempat persembunyian anggota PKI yang bersembunyi, sehingga keraton ditutup dan baru dibuka pada tahun 1974.

3. Tempat pertapaan para raja

Kalian pasti tahu kalau raja di Jawa pernah melakukan pertapaan di lokasi Keraton Gunung Kawi, para raja tersebut melakukan pertemuan spiritual dan meminta petunjuk kepada Mpu Sindok. Salah satu raja yang melakukan pertapaan di lokasi merupakan Prabu Kameswara dari kerajaan Kediri. Beliau memilih untuk turun tahta dan melakukan pertapaan di tempat ini, beliau juga mengikuti jejak Mpu Sindok, yaitu moksa. 


4. Sanggar pemujaan

Sanggar pemujaan sendiri merupakan tempat yang paling tinggi dari semua tempat di sini. Tempat inilah yang menjadi tempat pertapaan dan petilasan dari Mpu Sindok yang berfungsi untuk meditasi. Tak lupa patung kuda terbang yang berada di bagian kanan dan kiri bangunannya. Ada beberapa arca dan lubang bertapa di dalam tangah atau tapa pendem.

5. Adanya Pohon Dawandaru

Pohon Dawandaru ini pasti asing di telinga, padahal ini pohon keberuntungan atau disebut juga sebagai shian-to atau pohon dewa oleh orang Tionghoa. Pohon ini terletak di areaa pemakaman, sehingga para peziarah sering menunggu dahan, buah, ataupun daunnya jatuh. Konon katanya jika disimpan bisa menambah kekayaan untuk orang tersebut. Namun, butuh kesabaran sampai berbulan-bulan dalam menunggu beberapa bagian dari pohon itu jatuh.
Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Hutan Lindung Sekar di Malang, Habitat 43 Jenis Burung



Wisata Malang - Hai Sobat Traveler, saat mendengar tentang Kota Malang pasti banyak perbincangan tenatng pemandangan alamnya yang luar biasa. Tak heran, karena Malang masih rimbun dengan pepohonan yang menciptakan suasana sejuk serta asri. Tak lupa pula dengan wisata alam yang menantang seperti gunung, air terjun, dan coban. Selain itu, pesona laut juga tak kalah indah. Namun, tentang hutan lindung seakan tak pernah terdengar di Malang.

Eits, bukan berarti tidak ada, ya. Kenalan dengan hutan lindung yang masih rimbun dengan 43 jenis burung dan 9 diantaranya dilindungi, ya, hutan lindung Sekar yang berada di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Ini didasarkan pada pengamatan oleh tim dari Protection of Forest and Fauna (Profauna) Indonesia di periode Agustus sampai September 2021. 

Jenis burung yang dilindungi di antaranya burung elang ular bido (Spilornis cheela), elang hitam (Ictinaetus malaiensis), julang emas (Aceros undulatus), takur tohtor (Megalaima armillaris), takur tulung tumpuk (Megailama javensis), serindit jawa (Loricilus pusillus), dan luntur harimau (Harpactes oreskios).


Tak hanya itu, ada burung lain yang ditemukan di hutan lindung tersebut seperti burung jingjing batu (Hemipus hirundinaceus), sepah kecil (Pericrotus cinnamomeus), sepah hutan (Pericrocotus flammeus), sepah gunung (Pericrocotus miniatus), takur tenggeret (Megalaima australis), takur ungkut-ungkut (Megalaima haemacephala), dan cinenen Jawa (Orthotomus sepium). Dan masih banyak lagi.

Hal ini tak lain karena banyak pohon besar dengan diameter lebih dari 1 meter di dalam hutan yang tertutup rapat ini. Oleh karena itu, hutan lindung tersebut berada di bawah pengelolaan Perhutani, yakni Perhutani RPH Sekar. Tentunya, keberadaan burung-burung itu sangat tergantung dengan kelestarian hutan lindung Sekar, misalnya burung julang emas dan takur. Nah, tanpa pohon besar yang beragam ini burung-burung tersebut akan punah.


Hutan lindung RPH Sekar ini mempunyai luas 3212 hektar yang terletak di ketinggian 1.100-2000 meter di atas permukaan laut. Hutan ini berada di antara Gunung Kawi dan Gunung Kelud, sedangkan desa yang berada di sekitar hutan lindung ini adalah Desa Sidodadi, Purworejo, Pagersari, Banturejo, dan Pandansari. Pastinya hutan lindung di RPH Sekar ini harus dilestarikan karena menyimpan potensi keragaman hayati tinggi, keberadaan hutan lindung ini juga penting untuk menjaga sumber daya yang ada di hutan. 

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Ragam Desa Wisata Ngadas, Desa Atas Awan Malang


Wisata Malang -  Hai Sobat, pasti saat ke Malang banyak menemui desa-desa wisata yang dikelola dengan baik. Ya, kalau melihat destinasi wisata yang itu-itu saja ada baiknya mencoba menikmati aroma khas pedesaan yang selalu menjadi daya tarik tersendiri. Di Malang sendiri banyak spot desa wisata yang memiliki suasana pedesaan dan alam yang hijau. Saat mengunjungi kota Malang pasti yang pertama ingin dinikmati adalah udara yang segar, jauh dari hiruk-pikuk perkotaan, dan lepas dari rutinitas pekerjaan. 

Salah satunya Desa Ngadas yang berada di atas awan dan menjadi satu-satunya desa di Malang yang ditinggali Suku Tengger. Desa Ngadas Malanbg ini diubah menjadi dewasa, karena memiliki potensi wisata yang menarik seperti Ranupane, Coban Trisula, hingga petik apel. Desa yang berada di area teritorial Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, dan berada di ketinggian 2150 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, Desa Ngadas Bromo ini menjadi salah satu desa yang tertinggi di Jawa, tak khayal disebut Desa Atas Awan di Malang.


Namun, desa ini menyimpan cerita kuno yang konon desa ini dibangun oleh Mbah Sedhek sekitar tahun 1774. Di desa ini lahirlah Suku Tengger yang mendiami Ngadas, hingga saat ini. Seluruh warga di Desa Ngadas ini tidak ada satupun pendatang, desa ini juga memiliki aturan tertulisa yang menyatakan bahwa tanah yang dimiliki suku Tengger tidak boleh diperjualbelikan, 

Desa Ngadas ini sendiri memiliki pemandangan alam yang sangat cantik, salah satunya jalanan di desa yang langsung menghadap ke Gunung Bromo. Suasana desa semakin damai dan sejuk dengan adanya kabut tipis yang menyelimuti desa saat pagi hari. Selain itu, desa ini merupakan pintu masuk untuk menuju ke Gunung Bromo melalui Poncokusumo. 


Untuk kalian yang ingin datang ke sini pasti tak akan menyesal, karena pemandangan alamnya sangat indah, udaranya sejuk, suasana pedesaan yang tenang, spot foto yang melimpah, warganya ramah, serta budayanya yang masih lekat. Desa Ngadas Malang ini terletak di Kecamatan Poncokusumo dan berada di ujung paling timur Kabupaten Malang, berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Ebbys Kaffe-Tempat Hangout Baru di Kepanjen




Wisata Malang - Malang sendiri menjadi kota yang dipenuhi dengan berbagai Kafe, pasti saat ke sini hampir semua jalan dipenuhi kafe yang berjajar. Ya, Kafe (Cafe) sendiri adalah tempat untuk bersantai dan berbincang-bincang di mana pengunjung dapat memesan minuman dan makanan. Kafe termasuk tipe restoran, tetapi lebih mengutamakan suasana rileks, hiburan, dan kenyamanan pengunjung, sehingga menyediakan tempat duduk yang nyaman dan alunan musik.

Jika membahas tentang Kafe di Kota Malang seakan tak ada habisnya. Kota yang berkembang sebagai kota metropolitan ini memiliki beribu tempat nongkrong, bahkan bisnis kafe sudah menjadi bisnis yang memili prospek besar. Kenyataannya banyak juga pebisnis kafe yang terpaksa gulung tikar. Hal ini dikarenakan banyaknya persaingan dalam bisnis kafe, terlebih modalnya yang tak bisa dibilang sedikit. Begitulah sekilas tentang kehidupan bisnis kafe di kota ini.



Nuansa tempat yang mewah dan klasik yang memanjakan mata ditambah lukisan kontemporer menghias dinding-dinding kafe dengan pantulan cahaya dari sinar lampu temaram. Duduk santai ditemani kepulan asap rokok dan iringan musik yang menenangkan. Ada yang sibuk dengan laptop dan gawainya, suasana menenangkan seperti ini sudah menjadi pemandangan yang biasa di Kota Malang. Tak khayal Kafe menjadi tempat favorit untuk refreshing, menenangkan pikiran, sekadar makan bersama pacar maupun teman, dan masih banyak lagi.

Jumlah tempat ngopi untuk nongkrong atau Kafe di Malang diperkirakan mencapai ribuan. Salah satunya Ebbys Kafe yang menjadi salah satu tempat paling cozy atau nyaman untuk nongkrong karena beda dari Kafe biasanya. Ya, bagaimana tidak kursi yang disediakan bukan kursi jenis biasa, ya kalian pasti tahu Sofa Living Room yang nyaman untuk rapat maupun nongkrong biasa. Pastinya untuk dan menikmati kopi sangat nyaman di sana.


Tak hanya itu, Kafe yang baru berdiri 4 bulan ini menyediakan berbagai menu makanan ringan sampai berat dengan rasa yang enak di lidah. Mulai dari minuman dari kopi, cokelat, minuman panas dan dingin juga tersedia. Menunya tidak perlu diragukan lagi, lho! Ada makanan berat seperti chicken teriyaki rice, ada pula makanan ringan seperti fried banana dan french fries yang tampilannya cantik dan rasanya nagih banget. 

Selain itu, tersedia salted caramel ebbyscino dan waffle de ebbys yang hanya ada di EbbysKafe, nih. Minuman yang tersedia antara lain strawberry tea, cheese tai, scarlet berry creamy, avogato, salted grentea caramel, red velvet cream, americano, peach strawberry smoothie, coffe berry soda, dan masih banyak lagi.

Fasilitas di tempat ini pun tak perlu diragukan lagi karena tersedia free wifi, tempat sholat, dan kamar kecil. Selain itu, musik juga mengiringi yang membuat suasana semakin nyaman. Tentunya di sana banyak spot foto dengan nuansa outdoor dan indoor yang pastinya instagramable. Kalian bisa nongkrong dambil mengerjakan tugas apalagi menulis cerita karena suasananya mendukung. Tak perlu diragukan lagi untuk pergi ke Kafe yang berlokasi di Jalan Raya Jalibar (Jalur Lingkar Barat), Mojosari, Kepanjen, Malang. Kafe ini buka dan tutup di jam 23.00.

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Museum Edukasi Sejarah di Malang, Museum Ganesya


Malang - Obyek wisata sejarah dan budaya menjadi destinasi yang menarik di Malang, terlebih Kota Malang ini memang menyimpan banyak kisah dari masa Kerajaan dan Penjajahan. Kota klasik yang bernuansa tempoe doeloe ini memiliki museum megah yang menambah wahana bari di Hawai Waterpark. Wisata yang berada di selatan exit tol Singosari, Karanglo, Kabupaten Malang ini memiliki Museum Ganesya. Ya, museum yang mengoleksi berbagai benda masa Kerajaan ini menjadi literasi sejarah bagi wisatawan.

Benda-benda kuno mulai dari pra-Majapahit, hingga awal penyebaran Islam ada di Tanah Jawa. Penamaan museum ini menyingkat dari Gelar Indonesia Budaya, Ganesya. Sesuai kepanjangannya, Museum Ganesya menghadirkan berbagai benda peninggalan kerajaan Indonesia seperti artefak pusaka tradisional, pataka atau lambang legitimasi kerajaan, keris, manik-manik, terakota, arca, prasasti yang merupakan manifestasi kejayaan Nusantara masa lampau.


Tak hanya itu, Museum Ganesya juga menghadirkan kebudayaan Indonesia seperti seni topeng, wayang, dan khasanah Panji dengan beragam bentuk dan karakter dari yang tradisional sampai modern. Kebudayaan tersebut seperti topeng Panji, Majapahit, Menak, dan wayang kulit, krucil, klitik, beber, gedog, kesenian reog Ponorogo, gamelan, dan wayang golek Wali Songo, dan wayang Potehi Laksamana Cheng Ho. 

Koleksi museum Ganesya terbagi di dua tempat, di lantai pertama pengunjung akan dikenalkan dengan jejak peradaban di Tanah Jawa hingga puncak kejayaan Majapahit. Selain itu, di lantai ini terdapat properti figur Presiden Republik Indonesia dari mulai Soekarno sampai Presiden Joko Widodo yang ditata rapi di lemari kaca. Sedangkan di lantai atasnya terdapat koleksi topeng dan wayang yang merupakan hasil karya seniman Malang Raya dan se-Nusantara. Kurang lebih ada 1000 jenis topeng yang menambah edukasi dan spot cantik untuk swafoto.


Ada pula yang tak kalah menarik di sini yang siap memanjakan mata pengunjung, tak lain adalah kemilai perhiasan pada zaman Majapahit yang bahannya asli dari emas. Koleksi ini menjadi bahan edukasi yang dikenalkan kepada publik sebagai pengetahuan bagi generasi muda. Dengan begitu, generasi milenial terutama anak-anak akan memahami bahwa Indonesia kaya akan budaya dan harus dilestarikan. 

Nah, untuk yang ingin mengetahui sejarah dan budaya Indonesia bisa ke museum ini berada di perumahan Graha Kencana Raya. Tak sulit untuk ke sana, dari Simpang Karanglo di ujung barat exit tol Singosari, kita bisa langsung mengambil lajur kiri menuju arah selatan Kota Malang dengan berkendara kurang dari 1 kilometer, akan ketemu lokasinya. 

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.