Latest News

WISATA
KULINER

TIPS WISATA

KOTA MALANG

KOTA BATU

KABUPATEN MALANG

Recent Posts

Ketan Bubuk Kudusan yang Sohor ini Bikin Ketagihan





Ketan Bubuk Kudusan
Ketan Bubuk Kudusan

 Wisata Malang - Ketan adalah salah satu bahan makanan yang jadi favorit masyarakat Indonesia. Hasil olahan ketan dalam bentuk apapun juga menjadi jajanan tradisional yang digemari. Misalnya saja lemper, ada juga lupis ataupun bahkan yang sederhana seperti ketan bubuk, yakni makanan berbahan dasar ketan yang menjadi idola. Untuk wilayah Malang sendiri, ternyata terdapat beberapa tempat yang menyediakan penganan tradisional ini tersebar di berbagai sudut.

Tetapi untuk bisa menikmati olahan ketan yang legendaris, kita tidak harus pergi jauh-jauh ke Batu lagi, sebab di kota Malang sendiri sudah memiliki penjual ketan yang bahkan sudah terkenal sejak tahun 70an silam lho. Namanya adalah Ketan Bubuk Kudusan, yakni kuliner tradisional yang mampu untuk tetap bertahan hingga saat ini.

Baca Juga: Omah Jajan Malang

Ketan Bubuk Kudusan
Ketan Bubuk Kudusan





Persis seperti namanya, santapan ini dijual di wilayah Kudusan yang lokasinya memang tepat di depan pasar besar. Tetapi banyak juga penjual ketan ini yang memilih untuk berjualan di tempat lainnya yakni di pojok antara jalan Pahlawan Trip dan juga di Ijen. Bahkan tempat berjualannya sendiri juga bisa dikatakan sederhana, bahkan di Kudusan bisanya penjual menggunakan gerobak saja sementara  di wilayah jalan ijen penjual menggunakan sepeda motor, lebih modern.

Yang menjadi menu utama adalah ketan bubuk, terdiri atas ketan dengan ditaburi kelapa parut dan juga bubuk kedelai. Kemudian tingkat kematangan ketan yang sempurna itu berpadu dengan rasa gurih khas yang dimunculkan oleh parutan kelapa dan juga bubuk kedelai, bersatu menjadikan rasa ketan kudusan ini begitu lezat di lidah dan mampu membangkitkan selera.

Baca Juga: Martabak Agung, Martabaknya Tahun 90an

Ketan Bubuk Kudusan
Ketan Bubuk Kudusan
Dengan mengandalkan sejarah dan resep turunan yang terus berjaya, Ketan Bubuk Kudusan tetap berkreasi, mereka menyediakan aneka jenis topping seperti keju dan bahkan coklat meises. Nah, Ketan Bubuk Kudusan ini dapat ditemui di jalan Zainal Abidin atau juga di Kudusan serta di antara jalan Pahlawan Trip dan juga jalan Ijen. Kemudian penjual ketan ini juga dapat ditemui mulai pagi hari sampai dengan sore hari dan memang sangat cocok dinikmati di berbagai suasana juga.

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.




4 Wisata Ekstrim Malang Raya yang Bikin Ketagihan






 

Wisata Malang - Belakangan ini wisata ekstrim berhasil menjadi salah satu ceruk baru yang menjanjikan dalam industri pariwisata dan digandrungi oleh masyarakat. Terutama bagi mereka yang memiliki jiwa petualang dan juga tertarik menjelajahi kawasan yang bisa dibilang berbahaya seperti gunung, atau gua, dan tempat lainnya. Sebab memang daya tarik tertinggi dari wisata ini adalah 'adrenalin' yang kerap ingin berpacu dengan kuat.

Kebetulan kawasan Malang Raya merupakan salah satu wilayah yang memiliki deretan perjalanan wisata adrenalin yang menarik bagi para pengunjung. Berikut 4 spotnya :
Rafting Kasembon
Rafting Kasembon




1. Rafting Kasembon. April lalu, tempat wisata ini menjadi tuan rumah ajang perlombaan rafting yang telah diikuti 30 tim dari wilayah Jawa Timur lho. Lokasinya di desa Bayem, dan menawarkan wisatawan untuk bersama mencicipi petualangan arung jeram di atas derasnya arus sungai Sumber Dandang yang berjarak 7,5 hingga 12,5 meter.

2. Tubing Wringinanom. Salah satu jujukan wisata yang lumayan digemari di Malang. Kita akan menyusuri arus sungai Amprong di lereng gunung Semeru, dijamin mampu memacu adrenalinmu. Hampir menyerupai Rafting, yang disebut Tubing sendiri merupakan kegiatan meluncur bebas di atas permukaan sungai dengan arus ringan, menggunakan ban dalam mobil. Tenang saja, peserta tubing juga dilengkapi dengan alat keselamatan, kok!

Baca Juga: Lokasi Wisata Malang yang Cocok untuk Foto

Goa Lo Bangi
Goa Lo Bangi
3. Goa Lo Bangli. Lokasinya di dusun Ngliyep, di desa Kedungsalam, termasuk kecamatan Donomulyo di kabupaten Malang. Sebenatnya nama goa Lo Bangi itu sendiri diambil dari dua goa yang lokasinya saling berdekatan, tak lain adalah goa Lo dan juga Goa Bangi. Jadi kedua goa ini memiliki satu sistem sungai bawah tanah yang sama, jadinya bisa ditelusuri dan juga saling terhubung. Istimewanya lagi kontur sekitar mulut Goa Bangi adalah berupa lembah karst ditambah lagi posisi kedua goa ini berada di tepi bukit juga.

4. Gunung Banyak. Di bilangan Kota Batu tempat ini tak asing lagi, bukan cuma paralayang tetapi Omah kayu, juga Taman Langit, ada juga Taman Kelinci. Tapi jika ingin melakukan paralayang cek dulu cuacanya, ya!

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.



Sirup Legendaris Khas Malang yang Bikin Nostalgia





Siropen Leo Malang


Wisata Malang - Di Indonesia terdapat ratusan merek sirup yang sangat populer, apalagi merek yang bisa memunculkan iklan di TV seperti Marjan, sirup ABC, sirup Indofood, bahkan ada juga Orson yang terkenal sebagai sebutan sirup bagi orang-orang lawas di Malang. Kemudian di Malang itu sendiri, masyarakat menyebut sirup sebagai setrup (bahasa Belanda stroop) bahkan juga memiliki sebuah merek sendiri yang sudah sangat legendaris.

Nah, merek sirup legendaris asal Malang adalah Leo atau juga Siropen Leo Asli, persis seperti yang tertulis di labelnya. Usia dari merek ini sendiri sudah sangat tua, merek ini sudah eksis sejak tahun 1948 silam. Legendaris, kan?

Sampai beberapa tahun yang lalu, tepatnya sebelum berbagai toko retail moderen di Kota Malang, merk sirup Leo ini bisa dengan mudah ditemukan disini. Hanya saja merek primadona yang paling banyak dicari ini makin jarang ditemukan karena  berbagai toko dan supermarket lokal yang menjual merek ini kalah saing sehingga akhirnya sirup Leo pun jadi susah untuk ditemukan.
Siropen Leo Malang
Sumber: Google





Baca Juga: Referensi Tempat Ngopi Asyik di Kota Malang

Khusus untuk generasi 90an dan juga generasi yang lebih tua, brand sirup Leo ini sangat familiar dan pasti bisa ditemukan di rumah. Sirup ini bahkan bisa dibilang merek yang cukup mewah karena harganya yang tak bisa dibilang murah untuk ukuran masyarakat kebanyakan. Sirupnya memiliki citarasa yang sangat manis, dengan kekentalan yang pas dan tampilan visualnya juga cukup mewah, lho!

Nah, kemasan sirup legenda ini sekilas mirip sirup Marjan. Hanya saja dalam label sirup ini nampak gambar singa yang kepalanya kuning di bagian atasnya, kemudian ada tulisan Siropen Leo Asli pada bagian tengahnya, sementara di bagian bawah terdapat tulisan Siropen Leo 1948. Walau populeritasnya tak sejaya masa silam, hanya saja karena tempat penjualannya sangat terbatas dan bahkan generasi muda pun kurang mengenal. Tetapi tenang saja, toko-toko di wilayah Pasar Besar Malang atau di beberapa swalayan seperti Avia tetap masih bisa ditemui, kok!

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.



Legenda Air Biru di Mata Air Sumber Jenong





Sumber Jenong Malang
Sumber: Google


Wisata Malang - Selain Sumber Sira, ternyata Malang masih memiliki satu sumber mata air andalan lainnya yang mampu menyihir setiap pengunjung yang datang kesana. Jadi sumber mata air ini berasal dari pegunungan di kaki Gunung Ronggo yang megah. Sumber Jenong itu sendiri terletak di kawasan Gunung Ronggo, kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang.

Ada satu mitos yang paling santer dan populer karena efeknya yang konon mampu menyembuhkan. Bahkan rumor juga mengatakan bahwa mata air ini bisa menyembuhkan berbagai jenis penyakit, terutama penyakit kulit. Tak cukup sampai disitu, ternyata dalam sumber mata air ini terdapat ikan Sengkaring yang usianya sudah mencapai ratusan tahun lho!

Baca Juga: Sumber Sirah, Bak di Terumbu

Sumber Jenong Malang
Sumber: Google





Yang disebut dengan ikan Sengkaring itu sendiri adalah ikan berwarna hitam dan merah yang ukurannya sekitar 50-170 centimeter. Bahkan jumlah ikan Sengkaring disini juga diyakini tak pernah berubah lho. Sekalipun ikannya telah berkali-kali dipancing, katanya ikan Sengkaring ini diyakini tetap berjumlah 37 ekor saja.

Yang menjadi awal mula kemunculan sumber mata air yang kini populer sebagai Sumber Jenong ini cukup menarik untuk ditelisik. Seperti cerita rakyat yang beredar di warga sekitar, adanya Sumber Jenong ini berawal dari kisah pasangan Rantung Grati dan Irogat.
Jadi pasangan yang saling mencintai ini hidup di masa Kerajaan Mataram. Setelah peperangan usai, pasangan ini lantas mengungsi ke daerah yang dewasa ini disebut Sumber Jenong. Mereka memutuskan untuk bertani, dan menjadikannya cara untuk menyambung hidup. Dengan ketekunan yang mereka miliki, akhirnya mereka bisa panen melimpah selalu.

Sumber Jenong Malang
Sumber: Google

Hanya saja kemarau panjang tiba-tiba melanda, tanaman tak bisa dipanen karena mati sebab tak mendapatkan cadangan air yang cukup dan efeknya simpanan pangan pun makin menipis. Karena tak bisa terus berdiam diri, Rantung Grati pun segera berpamitan pada Irogat untuk mencari pengairan yang bisa mencukupi tanamanannya dan Rantung Grati pun memilih bertapa di atas Gunung Harimau, di bawah pohon Jenu.

Konon, saat bertapa munculah angin kencang yang menumbangkan pohon Jenu dan dari bongkahan pohon yang tumbang tersebut sumber air keluar dengan sangat deras. Bahkan sampai membentuk genangan air besar dan jernih yang hingga saat ini dikenal dengan nama Sumber Jenong.

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.



Jagung Bakar Jaya Abadi Menghangatkan Malam





Jagung Bakar Mulya Abadi
Jagung Bakar Mulya Abadi


Wisata Malang - Untuk menghangatkan suasana malam di Kota Bunga yang dingin ini memang paling cocok jika ditemani bersama dengan sepotong jagung bakar yang hangat dan lezat. Karena itu, tempat nongkrong yang lokasinya di pujasera Pulosari ini selalu ramai di malam hari. Jagung bakar Jaya Abadi ini siap menyuguhkan kelezatan dalam kehangatan sepotong jagung bakar yang menggiurkan lidah.

Bakar jagung manis yang ditawarkan warung ini memiliki rasa sederhana yang memikat lidah, bahkan jagung bakarnya juga ditawarkan dalam berbagai macam pilihan rasa yang sedap. Misalnya saja rasa asin, ada juga pedas dan pedas manis. Bahkan untuk yang ingin rasa cokelat dan juga rasa campur-campur bisa dipesan disini. Kemudian pelanggan juga bisa memilih sajian jagung bakar ini dalam bentuk bonggol utuh atau dalam bentuk serutan jagung supaya lebih mudah untuk disantap.

Baca Juga: Nikmatnya Sambel Khas Malang Ini

Jagung Bakar Mulya Abadi
Jagung Bakar Mulya Abadi





Kemudian buat yang tak terlalu doyan dengan menu jagung, maka Jaya Abadi juga menyediakan aneka menu pisang dan roti bakar yang khas. Jadi kedua menu pilihan ini pun sudah tersedia dalam berbagai rasa yang menggoda, misalnya saja cokelat, stroberi, keju, coklat kacang dan lain sebagainya. Untuk pelepas haus, maka Jaya Abadi pun menyediakan menu minuman yang jadi andalannya, yakni STMJ, kopi dan juga susu murni. Tinggal pesan apa yang paling pas dengan selera.

Baca Juga: KPK Resto, Kleuar Pasti Kenyang

Jagung Bakar Mulya Abadi
Jagung Bakar Mulya Abadi

Walaupun terlihat sederhana, namun warung Jaya Abadi ini cukup bersih dan rapi. Bahkan dengan bersantap disini kita bisa menikmati suasana kuliner Malang tengah malam yang khas. Lokasi tepatnya adalah di Pujasera Pulosari, Kota Malang. Buka setiap hari alias tak ada hari libur dan buka mulai pukul 5 sore sampai dengan pukul sebelas malam. Cocok untuk yang ingin menghabiskan malam Minggu bersama teman atau bersama dengan pacar tanpa perlu khawatir menghabiskan dana yang tak sedikit. Sebab biaya santap sepuasnya di warung jagung bakar ini dimulai dari 3 ribu Rupiah sampai dengan 7 ribu Rupiah saja, lho! Super hemat kan?


Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.



Tempat Makan Romantis Buat Dinner Bareng Pasangan di Kota Malang





Rumah Opa
Rumah Opa


Wisata Malang - Tempat makan yang satu ini berbeda dengan cafe-cafe kebanyakan, menawarkan konsep yang klasik dengan aroma vintage yang kental, Rumah Opa menghadirkan suasana hangat yang khas ala Eropa pada tahun 1920an silam. Berbekal konsep unik tersebut, maka Rumah Opa pun menyulap sebuah rumah tua yang merupakan peninggalan Belanda dahulu kala menjadi sebuah cafe romantis yang sangat pas untuk menikmati waktu romantis bersama pasangan.


Tak hanya menyediakan ruangan makan indoor dengan suasananya yang khas, ada juga area outdoor untuk pengunjung yang ingin nyaman berbincang-bincang bersama pasangan ditemani udara segar dan angin yang sepoi. Disini kamu dan juga pasangan bisa menikmati suasana yang sangat romantis dengan berpayung langit kota Malang yang elok sepanjang hari.
Rumah Opa
Rumah Opa





Kemudian untuk melengkapi suasana yang sangat romantis tersebut, maka kamu dan pasangan juga akan dimanjakan dengan ragam suguhan menu yang sangat memikat. Apalagi jika kamu dan pasangan adalah pecinta menu Eropa, maka Rumah Opa menawarkan menu Calzone Pizza dengan olahan rasa yang menggigit.  Total harga yang dibanderol untuk setiap menu spesialnya hanya berkisar antara Rp 20 ribu sampai Rp 50 ribu saja lho.

Supaya tak nyasar untuk sampai ke lokasi makan yang romantis ini, sebaiknya catat alamatnya baik-baik di ponselmu ya! Lokasi Rumah Opa ini ada di  Jl. Welirang No 41A, Kota Malang. Kemudian Rumah Opa biasa buka setiap hari, dimulai pukul 12 siang sampai dengan pukul 12 malam. Itu tandanya buat yang ingin menghabiskan malam bersama pasangan sambil santap sepuasnya bisa banget dong ya datang kesini, secara buka sampai tengah malam dan tak perlu diburu-buru pulang karena restoran mau tutup.

Baca Juga: 4 Spot Kuliner Kota Malang yang Membuat Pasangan Lebih Romantis

Rumah Opa
Rumah Opa

Harganya berapa? Jangan khawatir, menu-menu yang dipajang disini harganya pas di kantong, cocok lah untuk yang ingin makan malam spesial dengan pasangan masing-masing. Dimulai dari menu dengan harga 20 ribu Rupiah saja, ada juga menu yang dibanderol dengan harga 50 ribu, silahkan dipilih.

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.



Tips Memilih Apel yang Manis dan Enak Saat Wisata Petik Apel Malang







Wisata Malang - Malang dikenal sebagai daerah penghasil apel yang khas dan melimpah, hadirnya julukan ini tentu dengan alasan yang cukup kuat. Hal itu disebabkan karena produksi buah apel di Malang memang bisa dikatakan sangat melimpah, khususnya di area Kota Batu dan Poncokusumo, kabupaten Malang. Tak heran selain mendorong munculnya berbagai macam industri pangan yang khusus mengandalkan apel sebagai bahan baku utamanya juga menghadirkan wisata petik apel mandiri.
Aneka olahan apel seperi keripik, berbagai merk sari apel yang manis, manisan dan sederetan makanan lainnya menjadi ciri khas apel Malang yang terkenal ke seatero negeri. Sekalipun olahan apelnya juga sudah enak, tetapi banyak juga yang memilih apel segar saat wisata petik apel. Lalu bagaimana tipsnya supaya mendapatkan apel yang bagus-bagus dan manis?





-  Periksa kekerasan permukaan apel
Caranya adalah dengan menekan secara lembut buah apel yang dipilih. Apabila semua bagian buah apel itu terasa keras, itu berarti buah apel memiliki kualitas yang baik di dalamnya. Kemudian cobalah menghindari apel yang terasa lembut, apalagi yang sudah berubah warna atau bahkan melepuh dengan cepat saat ditekan, itu tandanya terlalu matang dan cenderung busuk.
-   Periksalah tampilan apel
Kemudian setelah memeriksa kekerasan permukaan apel, maka sangat penting pula untuk memperhatikan penampilan apel dengan saksama. Ada beberapa tanda pada buah apel seperti misalnya bintik-bintik hitam yang berasal dari alam dan hal itu tak berpengaruh pada apel. Tetapi hindari buah apel dengan memar, sebab itu tanda dari pembusukan dan dagingnya pun sudah tak manis lagi.


-    Lihat sekilas warna apel
Sekalipun warna apel tak bisa menjadi indikator utama untuk bisa mendapatkan kualitas apel yang paling baik, akan tetapi cara yang satu ini juga cukup efektif kok. Sebagai contoh misalnya varietas apel merah, cobalah memilih warna yang gelap. Sebab warna gelap menandakan apel tersebut telah menyerap cukup banyak sinar matahari dan hal itu membuat rasanya lebih enak dibanding yang merahnya terang.

-    Hiruplah aroma apel
Sebab apel segar dengan kualitas yang baik akan memiliki aroma yang kuat. Jika aroma yang dikeluarkan apel terasa menyenangkan dan kuat maka apel tersebut layak konsumsi.

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.