Latest News

Rekomendasi Wisata Religi di Malang yang Bisa Dikunjungi Saat Ramadan




Wisata Malang - Hai Sobat, di bulan Ramadan ini mengunjungi wisata religi menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. Mungkin bagi beberapa orang juga untuk apa ke wisata religi, tidak seru, atau bahkan membosankan. Padahal pergi ke wisata religi memiliki banyak manfaat terlebih jika dilakukan saat bulan suci Ramadan. Di kota Malang yang sudah sering menjadi destinasi wisata religi pun menjadi padat saat bulan Ramadan.

Tak heran jika banyak yang tertarik dengan wisata religi di Malang karena banyak tempat religi yang bersejarah, dan menjadi kawasan situs bersejarah Islam. Sehingga saat berkunjung ke tempat tersebut kita bisa memetik banyak pelajaran. Berikut destinasi wisata religi di Malang yang bisa dikunjungi saat bulan Ramadan:


1. Masjid Tiban Turen


Masjid dengan arsitektur bergaya Timur Tengah, China, dan India yang digabungkan sedemikian rupa yang didesain, oleh KH Ahmad Bahru Mafdaluddin Soleh. Masjid ini dikenal sebagai tempat ibadah sekaligus destinasi wisata religi. Masjid ini berdiri dan dikembangkan oleh para santri sejak 1978. Bangunan bernuansa masjid dengan ornamen Timur Tengah ini dominan dengan warna biru dan putih yang mencolok di tengah permukiman penduduk. 

Selain itu, bangunan setinggi sepuluh lantai ini terus dibangun sedikit demi sedikit. Masjid ini berada di area pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailiri Rahmah.Namun, bangunannya begitu luas, megah, dan besar serta memiliki gapura setinggi 30 meter. Konon, masjid ini dibangun oleh 250 santri dann dibantu beberapa penduduk sekitar.

2. Masjid Agung Malang


Masjid dengan arsitektur bergaya Jawa dan Arab ini memiliki bangunan yang atapnya berbentuk tajug. Arsitektur bergaya Arabnya sendiri bisa kita lihat dari kubah menara masjid dan konstruksi lengkung di bidang-bidang bukaan pintu serta jendela. Masjid yang mengangkat arsitektur Jawa dan Arab ini menyajikan percampuran budaya lokal dan asing yang berhasil menjadi wisata religi di Malang.

Masjid yang menjadi percampuran dua budaya ini didirikan pada tahun 1890 M dan memiliki luas sekitar 3000 meter persegi. Perlu Sobat Travaler tah, tempat ini berdiri di atas tanah Gubernemen atau tanah negara. Pembangunan masjid pun dilakukan  saat pemerintahan Bupati Malang Raden Bagoes Mohamad Sarib. Awalnya masjid ini bernama Masjid Jami', kemudian diganti menjadi Masjid Agung Jami' Malang, hingga menjadi Masjid Utama Kota Malang.


3. Masjid Salman Al-Farisi


Sobat Traveler pasti pernah dengar Masjid di Malang yang katanya mirip Taj Mahal, nah, itulah Masjid Salman Al-Farisi. Masjid yang mempunyai 7 menara serta  kubah ini memiliki interior yang memadukan unsur tradisional dan modern, bahkan di keempat tiangnya terdapat lampu klasik yang ditempelkan. Bangunan yang mengkombinasikan warna cokelat tua dan abu-abu di dalamnya diperuntukkan imam, bagian ini terbuat dari marmer.

Arsitektur yang dilapisi marmer berwarna cokelat muda, jendela dan pintu dengan kusen kayu, serta kaca hiasnya memiliki warna yang cocok dengan interior lain. Nuansa warna merah dan cokelat inilah yang membuatnya mirip dengan Taj Mahal di India. Masjid yang dibangun 2013 ini berada di Dusun Karangampel, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

4. Makam Ki Ageng Gribik

Terakhir, Makam Ki Ageng Gribik yang berlokasi di kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang merupakan tempat peristirahatan tokoh penyebar Islam di tahun 1600-an silam. Tempat ini menjadi rumah terakhir Ki Ageng Gribig sekaligus menjadi kompleks pemakanan yang diisi oleh beberapa Bupati Malang dari abad ke-19 sampai abad ke-20. Ki Ageng Gribig sendiri merupakan tokoh terkenal yang berperan dalam penyebaran Islam di tahun 1600-an, beliau juga sosok yang berperan dalam mendirikan Kota Malang.
 
Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anda ingin tempat wisata, kuliner, dan hotel Anda lebih dikenal dengan web ini? Kami akan membantu Anda. Bisa hubungi kami di SMS/TELP/WA : 085103414877