Latest News

Liburan Murah dan Menyenangkan di Malang








Wisata Malang - Liburan kali ini memang sangatlah panjang, terutama untuk seseorang yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah. Bagaimana tidak, libur semester genap bertepatan juga dengan momen libur lebaran. Nah, karena hal tersebut maka sebagai warga asli Malang  saya akan merekomendasikan tempat wisata yang unik dan murah di Malang. Oke, tanpa basa-basi mari kita simak ulasan berkut ini.

Kafe Apung merupakan salah satu tempat wisata yang masih tergolong baru, lokasinya berada di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Tepatnya di Waduk Dauwan, Desa Senggreng. Dan saya sendiri telah beberapa kali berkesempatan untuk jalan-jalan ke tempat tersebut. Jadi, saya akan membagikan pengalaman saya disini.

Pertama kali saya berkunjung ke Kafe Apung pada sore hari di Bulan Ramadhan, saat itu saya pergi kesana dengan kedua teman saya. Karena lokasinya dekat, kami memutuskan untuk bersepeda bersama. Hitung-hitung ngabuburitlah sampai waktu adzan maghrib berkumandang. Tapi saat itu keadaan disana sangat sepi, hanya terlihat beberapa remaja seperti kami yang berada di samping waduk. Maklum saja, saat itu waktu masih menunjukkan pukul 15:30 wib.



Setelah melakukan perjalanan selama kurang lebih 15 menit, sampailah kami di lokasi tersebut. Kami memutuskan untuk tidak memarkir sepeda kami. Bukan karena tidak ingin membayar uang parkir sebesar 2000 rupiah, namun kami memang sengaja ingin berkeliling tempat tersebut dengan menggunakan sepeda. Rasanya sudah lama sekali kami tidak menghabiskan waktu bersama. Di tempat itu kami dimanjakan dengan hijaunya pepohonan dan hamparan air yang luas. Ditambah lagi dengan hembusan angin yang sepoi-sepoi membuat suasana sore itu sangat menyenangkan.

Kami mengayuh sepeda kami dengan sangat pelan, sesekali kami juga berhenti untuk mengambil foto secara bergantian. Dari pinggir waduk kami dapat melihat Kafe Apung dengan sangat jelas. Namanya juga Kafe Apung, yaitu sebuah kafe yang mengapung di atas waduk Dauwan. Saat itu kami hanya bisa memandangi Kafe Apung dari pinggir waduk karena lokasi Kafe Apung berada di tengah waduk, dan kami harus menyebrang menggunakan sampan jika ingin pergi ke sana. Namun, sore itu kami memutuskan untuk tidak pergi kesitu. Kami malah lebih memilih untuk duduk di kursi pinggir waduk sambil membicarakan banyak hal. Hingga tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 17:00 wib, kemudian kami memutuskan untuk pulang ke rumah kita masing-masing.






Kedua kalinya saya pergi ke Kafe Apung masih dalam suasana Ramadhan, sekitar pukul 19:00 wib. Malam itu, saya dijemput teman saya yang sangat penasaran tentang Kafe Apung yang lagi booming di media sosial Instagram. Sebagai teman yang baik, saya pun memutuskan untuk menemaninya ke sana. Sesampainya di tempat itu, setelah memarkirkan sepeda kami bergegas menyebrang dengan sampan menuju Kafe Apung. Kami disuguhkan dengan kilauan lampu-lampu yang tampak cantik dan elegan.

Pelayan yang ramah segera memberikan kami menu Kafe Apung dan menunjukan tempat duduk yang masih kosong. Maklum saja malam itu Kafe Apung benar-benar dipenuhi pengunjung. Untungnya kami masih mendapat tempat duduk yang cukup nyaman, sehingga kami bisa menikmati keindahan malam itu dengan senang. Menu makanan yang ditawarkan di Kafe Apung sangatlah beragam, mulai dari makanan ringan, makanan berat, dan berbagai minuman dingin/hangat. Harganya pun cukup bersahabat, mulai dari 5000 rupiah saja.


Terakhir kali saya berkunjung ke Kafe Apunng sekitar 1 minggu yang lalu, saya pergi di sore hari dengaan beberapa teman. Saat itu suasana lebaran masih sangat terasa. Saya yang pergi seusai sholat asar melihat keadaan Kafe Apung sangat ramai. Karena hal itu kami harus menunggu beberapa saat untuk mendapatkan tempat disana. Karena bosan, kami memutuskan untuk berkeliling waduk menggunakan perahu mesin. Hanya dengan membayar 5000 rupiah, kami sudah diberikan pengalaman berkeliling waduk dengan perahu hehehe. Ngomongn-gomong selain perahu motor ini, masih ada wahana lainnya seperti flying fox, bebek kayuh, dan satu wahana lagi yang saya tidak tahu namanya. Yaitu bola raksasa yang diisi angin kemudian kita bisa masuk di dalamnya dan mengambang bebas diatas waduk hehehe

Demikian cerita saya mengenai Kafe Apung, mohon maaf jika malah terkesan seperti curahan hati seorang teman. Semoga bermanfaat dansemoga liburan kalian menyenangkan.
  Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar.



12 komentar:

  1. Bisa jadi pilihan utk wisatawan yg tdk memiliki banyak waktu ketika bertandang ke Malang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak silahkan berkunjung kesana hehe

      Hapus
  2. Jadi ingat rowo jombor..salah satu wisata apung juga...tapi posisinya di Klaten Jawa tengah

    BalasHapus
  3. Asyik ya bisa sepedaan bareng teman.

    Saya penasaran pengen nyobain masuk bola raksasa. Sayang Malang jauh, heheheh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya keliatannya sangat seru haha

      Hapus
  4. Saya suka modelnya kak 😍 selain memang cafe capung sangat menginspirasi 😆

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah kakak salah fokus nih hehe

      Hapus
  5. Saya kalo dimalang suka berkunjung ke batu, pemandanganya bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Malang kabupaten pemandangannya juga gak kalah bagus kok hehe

      Hapus
  6. travelling ke malang emang ga pernah ngebosenin, selalu ada aja yg baru

    BalasHapus

Anda ingin tempat wisata, kuliner, dan hotel Anda lebih dikenal dengan web ini? Kami akan membantu Anda. Bisa hubungi kami di SMS/TELP/WA : 085103414877