Latest News

Sederhana yang Mengkayakan






Wisata Malang - Kategori sebuah desa agar masuk menjadi desa wisata adalah mampu menampilkan keunikan atau kekhasan dari sosial budayanya juga kekayaan alamnya. Lalu, dari kesemuannya itu bisa dikelola dan dikemas agar mampu menyedot pengunjung, baik pengunjung lokal maupun asing.

Keunikan atau kekhasan ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang imbaskan mampu menciptakan ekonomi kreatif masyarakat pedesaan. Selain itu, untuk menjadi desa wisata harus memiliki sapta pesona yang meliputi : aman, tertib, bersih, indah, sejuk, ramah-tamah, kenangan/kesan ( baik secara fisik mau pun non fisik)

Baca Juga : Penguatan Desa Wisata Kabupaten Malang

Dalam sebuah desa, banyak sekali potensi alamnya yang bisa digali dan ini dibutuhkan pioner-pioner berjiwa sosial tinggi. Memiliki kepedulian terhadap sekitar, smart, strigle. Ia mampu menciptakan terobosan-terobosan, pemecah solusi dari masalah yang ada. Ia mampu melihat dan menciptakan peluang.

Sesuatu yang kelihatannya sederhana, bila dikemas dengan unik, akan mampu menghasilkan daya tarik tersendiri. Juga mampu menginspirasi pihak lain. Contohnya salah satu paket wisata di desa Pujon Kidul: jalan-jalan ke sawah.






Tidak kebanyang sebelumnya bukan? Rutinitas keseharian para petani mampu menghasilkan uang. Apakah diperlukan peralatan canggih? Harus ada bangunan khusus? Tidak bukan? Hanya sebuah kesederhanaan. Sederhana yang mengkayakan. Contoh lain, petik apel, perah susu, mengelola makanan tertentu dari hasil buminya. Yang mana pada akhirnya, bisa menjadi ikon sebuah desa hanya dari sebuah makanan. Dan masih banyak lagi contoh-contoh lainnya. Pemikiran-pemikiran kreatif inilah yang diperlukan untuk terbentuknya desa wisata.
Ini baru satu desa, padahala masih ada 378 desa di Kabupaten Malang. Bila desa-desa tersebut mendapat sentuhan-sentuhan kreatif dan inovatif dari warganya, tak terhitung lagi jumlah pengunjung (baca: wisatawan) yang akan datang. Kehadiran mereka sudah pasti membawa dampak peningkatan ekonomi warganya.

Dengan adanya desa wisata ini, desa-desa yang dulunya banyak ditinggalkan penduduknya untuk merantau ke kota mencari pekerjaan, sekarang berbalik arah, malah mampu menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan adanya ini, otomatis mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan. Disamping itu, juga melahirkan/meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Semakin banyak SDM dalam sebuah desa, maka SDA desa tersebut akan terkelola dengan baik.

(Anna Nirwana/ http://sahabatandaberkarya.blogspot.com)

Like dan share jika tulisan ini bermanfaat buat kamu, ya? Ramaikan juga dengan komentar. Anda ingin tempat wisata, kuliner, dan hotel Anda lebih dikenal dengan web ini? Kami akan membantu Anda. Bisa hubungi kami di SMS/TELP/WA : 085103414877




6 komentar:

  1. Ini nih akibat kapitalisme dan hedonisme desa2 sejuk jadi ditinggal. Smg dgn program ini desa2 jadi maju dan menjadi andalan untuk penduduknya sendiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga makin maju desanya

      Hapus
  2. Semoga derajat desa sama mulianya dengan kota.

    Padahal kalau tidak ada lagi desa, suplai makanan dan kebutuhan kota dari mana

    BalasHapus
  3. Nice Artikel Gan..
    Ditunggu Kunbalnya :D

    http://www.androanigamer.com

    BalasHapus

Anda ingin tempat wisata, kuliner, dan hotel Anda lebih dikenal dengan web ini? Kami akan membantu Anda. Bisa hubungi kami di SMS/TELP/WA : 085103414877