Latest News

Grebeg Tengger Tirtoaji, Wisata Budaya Kab Malang





Pengambilan Air Suci di Sendang Widodaren

Objek wisata Wendit yang terletak di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang adalah kawasan wisata yang bukan hanya alternatif untuk melepaskan penat dan hiburan keluarga, tetapi juga menyajikan suguhan karya seni budaya nenek moyang setempat. Dibuktikan dengan adanya patung buto yang sedang terbuka dengan sangat lebar, saking lebarnya sampai dijadikan pintu masuk utama pengunjung  di Wisata Wendit.

Kalau dulu di kawasan ini terkenal dengan kolam renang sederhana dan banyaknya monyet yang berkeliaran, namun sekarang pemerintah daerah setempat, dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang sudah memberikan perhatian penuh dalam upaya memajukan kawasan ini.

Kolam renangnya sudah variatif, mulai dari yang bisa dipakai oleh anak-anak sampai remaja. Pengunjung bisa menikmati tantangan mandi di water boom. Nuansa budaya yang disuguhkan di Tempat Wisata Air Wendit ini kelihatan sangat kental, terutama pada momen ritial pengambilan air suci widodaren (10 April April 2016).

Taman Wisata Air Wendit

Pernahkah mendengar istilah ritual pengambilan air suci Widodaren dan bagaimana prosesi ritualnya? Tentunya ada yang bertanya-tanya, apa  sih ritual tersebut?

Grebeg Tengger Tirto Aji adalah nama lain dari upacara adat pengambilan air suci di sumber mata air Sendang Widodaren Mbah Kabul dan Mbah Gimbal yang laksanakan di Taman Wisata Air Wendit. Ritual tersebut biasanya dilakukan oleh suku asli Tengger dari empat kabupaten, yaitu Malang, Pasuruan Lumajang dan probolinggo. Namun pada saat itu hanya dihadiri oleh suku Tengger di wilayah Kabupaten Malang saja.

Saat pertama kali masuk area wisata, rombongan masyarakat Suku Tengger datang dari arah luar pintu gerbang. Mereka berjalan beriringan turun menuju pendopo pemandian Wendit dengan mengenakan pakaian adat yang didominasi warna hitam. Iring-iringan masyaraka tersebut membawa puluhan sesaji yang terdiri dari tiga tumpeng nasi kuning berukuran besar dan beraneka macam hasil bumi, ada ketela, pisang, apel, jeruk dan lain sebagainya. Mereka rela datang jauh jauh dari Gubuk Klakah Tengger untuk mengambil air suci di Sendang Widodaren. Mereka menganggap sumber air tersebut membawa berkah dan manfaat dalam bercocok tanam.  

Rombongan Suku Tengger

Tidak lama kemudian acarapun dimulai. Acara dibuka dengan sambutan oleh Pak Made selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Malang. Kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan Grebeg Tengger Tirto Aji yang dipimpin oleh Bapak H. Abdul Malik selaku Sekda Sabupaten Malang. Pada saat itu beliau mendapat penghormatan berupa pemakaian udeng khas suku tengger dan sempet sebagai pakaian pimpinan ritual.  






Sebelum para peserta ritual menuju Sendang Widodaren, rombongan grup tari Laras Aji memberikan suguhan tari Mendak Tirto Bedhaya Luk Suruh terlebih dahulu. Kata Mendak Tirto memiliki arti mengambil air dan Luk Suruh adalah nama tempat pengambilan air tesebut. Para penari menampilkan tarian dengan anggun dan gemulai. Tak heran jika banyak kamera yang mengekspos gerak gerik mereka saat tarian berlangsung.

Para penari ini untuk selanjutnya bertugas mengambil air sendang seperti yang ada dalam cerita. Mereka akan membawa air dari sendang untuk selanjutnya dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Sementara pemeran tokoh Prabu Rama dan Hanoman dengan memakai kostum lengkap bertugas menjadi cucuk impah (penunjuk jalan) bagi Bapak Made menuju tempat sendang. Unik tentu kalau bisa melihat, mendengar dan merasakan suasana ritual Grebeg Tengger Tirtoaji tersebut.

Para Penari Menuju Sumber Air Suci
Setelah tarian selesai seluruh warga yang hadir di pendopo bergerak menuju sumber air dengan dipimpin oleh Bapak H. Abdul Malik. Masyarakat yang hadir antusias banget untuk menyaksikan ritual pengambilan air suci. Dalam prosesi ritualnya, Bapak Made dan Bapak Malik memasuki sumber air bersama dengan tujuh bidadari yang diikuti oleh warga lainnya, pastinya mereka melakukanya dengan berdesak desakan. Kemudian setelah air Sumber Mbah Kabul dan Mbah Gimbal dimasukkan dalam setiap tempat, Pak Made dan Pak Malik memberikan kepada setiap perwakilan dusun masyarakat Tengger Gubuk Klakah. 

Sedangkan sebagian kecil sesaji yang dibawa tadi dihanyutkan di tengah sumber wendit, sementara yang lainnya dibagi bagikan kepada semua warga yang hadir di situ.  Mereka berebut satu sama lain. Sinar kebahagiaan terpancar dari wajah para pengunjung yang bisa mendapatkan sesajen, karena hal tersebut dipercaya membawa berkah.

Menarik sekali untuk bisa menyimak secara langsung Grebeg Tengger Tirto Aji ini. Jangan lewatkan acara wisata budaya ini tahun depan.

Penulis : Atoxy




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Anda ingin tempat wisata, kuliner, dan hotel Anda lebih dikenal dengan web ini? Kami akan membantu Anda. Bisa hubungi kami di SMS/TELP/WA : 085103414877